Jelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Begini Kondisi Penjualan Hewan Kurban di Pringsewu
Yuda Haryono
Pringsewu
RILISID, Pringsewu — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah di Pasar Hewan Terminal Pringsewu, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya dan diduga kondisi ekonomi jadi penyebab daya beli masyarakat menurun.
Yanto (55) salah satu penjual domba mengatakan, penjualan hewan kurban di tahun ini turun dibandingkan dengan tahun lalu.
Menurutnya, sepinya pembeli disebabkan oleh beberapa faktor termasuk banyaknya pedagang kambing dari berbagai daerah yang datang seperti Tanggamus, Lampung Tengah dan Pesawaran.
"Saat ini masyarakat lebih cenderung membeli ke pemilik ternak langsung baik untuk keperluan kurban dan aqiqah dari pada beli ke Pasar," ujar Yanto, Rabu (4/6/2025).
Menurut Yanto, untuk harga hewan kurban masih terjangkau mulai kisaran harga Rp2-6 juta per ekornya dan tergantung jenis dan ukuran kambingnya.
“Dari jenis domba, rambon, jawa randu kacang, dan lain-lain kalau kata orang jawa ada harga ada rupa,” imbuhnya.
Drh. Dewi Nurhalim dari UPTD Puskeswan Wilayah 1 Kabupaten Pringsewu mengatakan, pihaknya tidak hanya melakukan pemeriksaan rutin terhadap hewan ternak kurban, namun juga memberikan edukasi kepada pedagang dan peternak terkait kesehatan hewan.
"Dua minggu sebelumnya, kami sudah melakukan edukasi terkait pemberian obat cacing. Selain itu, kami juga membuka konsultasi dan menjaga kondisi klinis hewan, terutama menjelang hari-hari sibuk seperti sekarang," kata Drh. Dewi
Ia menjelaskan, pemeriksaan dikhususkan pada kondisi klinis hewan secara umum, guna memastikan tidak ada gejala penyakit.
“Kalau secara klinis sehat, itu sudah cukup. Kita memastikan hewan yang masuk pasar dalam kondisi layak dan tidak membawa penyakit,” pungkasnya. (*)
Pringsewu
idul Adha
Hewan kurban
sepi penjualan
Pasar kambing Terminal Pringsewu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
