Hingga Mei 2025, Ada 252 Kasus DBD di Bandar Lampung

Sulaiman

Sulaiman

Bandarlampung

11 Juni 2025 13:42 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Plt Dinas Kesehatan Bandar Lampung Desti Mega Putri. Foto: Sulaiman
Rilis ID
Plt Dinas Kesehatan Bandar Lampung Desti Mega Putri. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mencatat sedikitnya 252 kasus demam berdarah (DBD) terjadi di Kota Bandar Lampung selama periode Januari-Mei 2025.

Dengan rincian, Januari 58 kasus, Februari 57 kasus, Maret 49 kasus, April 46 kasus dan Mei 42 kasus.

Hal ini diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Desti Mega Putri saat memberikan keterangan, Rabu (11/6/2025).

Desti mengatakan, hingga Mei 2025, tercatat ada 200 kasus masyarakat yang terserang DBD.

Data tersebut, meningkat jika dibandingkan dengan data pada 2024 di periode yang sama.

"Dari data ini, tidak ada kasus kematian," ujarnya.

Menurutnya, yang paling banyak kasus dari 20 kecamatan yakni kecamatan Rajabasa dan Kemiling.

Dua kecamatan ini karena faktor geografis. Sebelumnya kawasan Rajabasa dan Kemiling ini rawa, dan kemudian didirikan bangunan. Sehingga banyak bersarang nyamuk Aedes Aegypti.

"Kalau daerah pesisir justru sedikit kalau DBD, yang banyak adalah malaria, karena kawasan pesisir airnya keruh, sementara DBD kan nyamuknya di air bersih," ungkapnya.

Desti mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk pencegahan penyebaran nyamuk demam berdarah.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sulaiman
Tag :

Demam Berdarah

Kasus DBD

Bandar Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya