Sholawat Kebangsaan, Bupati Ella Siti Nuryamah Kobarkan Semangat Santri Sebagai Garda Moral Bangsa!
Muklis
Lampung Timur
RILISID, Lampung Timur — Malam syahdu menyelimuti halaman Kantor Bupati Lampung Timur (Lamtim) pada hari Selasa (21/10/2025) saat ribuan santri, tokoh agama, dan masyarakat tumpah ruah dalam acara Istighosah dan Sholawat Kebangsaan.
Acara yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ini menjadi puncak peringatan Hari Santri Nasional yang penuh khidmat dan semangat kebangsaan.
Bupati Ela Siti Nuryamah dalam pidatonya yang berapi-api, menyerukan kepada seluruh santri untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga moral dan nilai-nilai luhur bangsa.
“Santri bukan hanya pewaris ilmu agama, tetapi juga pilar moral dan penjaga nilai-nilai kebangsaan. Semangat Hari Santri ini harus kita jadikan momentum untuk merawat cinta tanah air, mempererat ukhuwah, dan menjaga persatuan Indonesia!,” seru Bupati yang disambut gemuruh takbir dari ribuan hadirin.
Acara dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Kabupaten serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an yang menenangkan jiwa.
Suasana semakin khusyuk saat istighosah bersama dipimpin oleh tokoh agama terkemuka, diikuti dengan sholawat kebangsaan yang menggema, membangkitkan semangat cinta tanah air di dada setiap peserta.
Ahmad, seorang santri yang hadir dalam acara tersebut, mengaku sangat terinspirasi dengan pesan yang disampaikan Bupati Ella Siti Nuryamah.
"Saya merasa bangga menjadi santri. Kata-kata Ibu Bupati tadi benar-benar membangkitkan semangat kami untuk terus berkontribusi bagi bangsa. Kami siap menjadi bagian dari solusi untuk Indonesia yang lebih baik!" ujarnya dengan mata berbinar.
Pemkab Lamtim berharap, melalui kegiatan ini, nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dapat semakin tertanam kuat di tengah masyarakat.
Semangat Hari Santri diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya peran santri dalam mewujudkan Indonesia yang berakhlak mulia dan berkarakter kuat. (*)
Pemkab
Lampung Timur
Istighosah
Hari Santri
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
