Di Depan DPR RI, Gubernur Mirza Ungkap Sulit Tingkatkan PAD, 2 BUMN Ini Minim Kontribusi
Rimadani Eka Mareta
Jakarta
Sementara itu fokus pendapatan kami dari DBH, DAU, DAK fisik dan DAK non fisik. Akibatnya fokus APBD untuk melayani masyarakat karena fokusnya untuk belanja pegawai.
Jalan-jalan pun tidak bisa di perbaiki. Bahkan ada 1 kabupaten yang jumlah jalan kabupaten nya 2400 km anggaran pembangunan jalan hanya Rp30 miliar karena hanya itulah sisanya hanya untuk belanja pegawai.
Mirza mengungkapkan belum memiliki cara menambah PAD. Misalnya adanya tambang, di Lampung pun tidak ada.
"Kami memang belum punya cara PAD lebih besar, tambang kami nggak ada, yang dilewati tambang ada," lanjutnya.
Mirza mengungkapkan PT Bukit Asam itu melakukan pengiriman 27 juta ton batu bara melalui Pelindo. "Sepeserpun kami nggak dapet, hanya CSR. Pelabuhan itu pak 40 juta warga jawa. Ke Lampung, Lampung ke jawa itu kami nggak dapet. Begitu impor juga kami nggak dapet karena itu urusan Pelindo," lanjutnya. (*)
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
DPR RI
pad
pendapatan asli daerah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
