Keterbatasan Dana, Bupati Parosil Akui Pembangunan di Lambar Masih Terhambat
Arya Besari
Lampung Barat
Menurutnya, salah satu faktor utama kerusakan jalan adalah buruknya sistem drainase.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin membersihkan saluran air agar tidak terjadi genangan.
“Gotong royong sangat diperlukan. Saluran air harus bersih supaya air mengalir lancar. Jalan sekuat apa pun kalau tergenang air, tetap bisa rusak,” imbuh Bupati.
Parosil menyampaikan, pembangunan ruas jalan di wilayah Suoh dan BNS akan terus dilanjutkan secara bertahap.
Pembangunan akan dimulai dari Pekon Sumber Agung menuju Pekon Ringin Sari, kemudian ke Pekon Suka Marga.
Ruas jalan tersebut nantinya akan tembus hingga Pekon Roworejo, Sidorejo, sampai ke perbatasan Kabupaten Lambar dengan Kabupaten Tanggamus.
“Target kita insya Allah tahun 2028 jalan sudah mulus. Masyarakat Suoh bisa berkendara dengan nyaman, bahkan kecepatan motor bisa mencapai 60 kilometer per jam,” ungkapnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Suoh Fatma, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lambae atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
“Kami ucapkan terima kasih atas kerja keras pemerintah daerah. Manfaat pembangunan, baik infrastruktur maupun program lainnya, sangat kami rasakan,” kata Fatma.
Ia berharap pembangunan jalan tersebut dapat mempermudah aktivitas warga dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Suoh ke depan. (*)
Pembangunan
Jalan
infrastruktur
Lampung Barat
Parosil Mabsus
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
