Beli Token Listrik Diskon 50 Persen, Ini Batas Pembelian dan Cara Mendapatkannya

Tampan Fernando

Tampan Fernando

Bandar Lampung

2 Januari 2025 10:07 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi petugas PLN sedang mengecek meteran listrik di rumah warga. Foto: Ist
Rilis ID
Ilustrasi petugas PLN sedang mengecek meteran listrik di rumah warga. Foto: Ist

RILISID, Bandar Lampung — PLN resmi menerapan diskon tarif listrik 50 persen mulai Januari 2025. Diskon ini merupakan stimulus ekonomi atas penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen untuk barang dan jasa mewah mulai 2025.

Periode diskon PLN berlangsung pada Januari hingga Februari 2025 untuk pelanggan PLN kategori rumah tangga, yakni 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

Namun pelanggan perlu memahami batas beli token listrik selama diskon 50 persen sebagai berikut.

Daya 450 VA Maksimal pembelian: 324 kWh Harga per kWh: Rp 415 Total maksimal pembelian: Rp 134.460 Diskon maksimal: Rp 67.230.

Daya 900 VA Maksimal pembelian: 648 kWh Harga per kWh: Rp 1.352 Total maksimal pembelian: Rp 876.096 Diskon maksimal: Rp 438.048.

Daya 1.300 VA Maksimal pembelian: 936 kWh Harga per kWh: Rp 1.444,70 Total maksimal pembelian: Rp 1,35 juta Diskon maksimal: Rp 676.119.

Daya 2.200 VA Maksimal pembelian: 1.584 kWh Harga per kWh: Rp 1.444,70 Total maksimal pembelian: Rp 2,28 juta Diskon maksimal: Rp 1,14 juta.

Lantas, jika pelanggan membeli token listrik Rp 100 ribu, bisa dapat berapa kWh dengan diskon 50 persen? 

Pelanggan yang membeli token dalam jumlah tertentu bisa mendapatkan daya listrik dua kali lipat dari biasanya.

Salah satu warga Pesawaran Lampung, Rikardo mengatakan ia sudah mendapatkan diskon listrik PLN tersebut. Dengan uang Rp100 ribu, Rikardo biasanya mendapatkan 62 kWh. Setelah dapat diskon, dengan Rp100 ribu bisa dapat 125,9 kWh.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Tampan Fernando
Tag :

diskon listrik

tarif listrik

diskon PLN

subsidi listrik PLN

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya