Asroni Paslah Minta Warga Gunakan Medsos dengan Bijak
Sulaiman
Bandarlampung
Menurutnya, sekarang banyak anak muda yang kurang menghargai orang lain. Bahkan dengan teman sebayanya saja sudah tidak saling menyapa.
"Kalau bertemu bukan saling ngobrol, malah sibuk dengan ponselnya masing-masing,” ungkapnya.
Selain soal etika dalam pergaulan, Asroni juga menyinggung soal tren hiburan yang dinilai tidak sesuai dengan konteks dan situasi.
Salah satunya adalah tren "velocity" atau joget-joget yang kerap muncul di acara resmi.
"Trend velocity ini seharusnya tidak dilakukan dalam acara-acara resmi. Saya rasa itu kurang pantas. Kita harus bisa membedakan kapan saatnya bercanda dan kapan harus menjaga sikap," kata Asroni.
Menurutnya, tantangan besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan saat ini adalah bagaimana keluarga sebagai unit terkecil masyarakat mampu menjadi benteng utama dalam membentuk karakter anak-anak.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing generasi muda di era digital dan revolusi industri 5.0.
Kekuatan keluarga sangat penting untuk memastikan anak-anak kita tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila.
"Jangan sampai karena pengaruh teknologi dan media sosial, generasi muda kita kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia," tuturnya.
Asroni berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi pemicu semangat baru bagi masyarakat dalam memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Asroni Paslah
Ideologi Pancasila
DPRD Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
