Wow, Kemenpar Gencar Bangun Homepod "Rumah Telur"
Zulhamdi Yahmin
Denpasar
RILISID, Denpasar — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) lagi gencar-gencarnya menerapkan nomadic tourism, yakni dengan melalui pembangunan amenitas yang sifatnya bisa dipindah-pindah, atau homepod.
Homepod merupakan homestay rumah desa yang berbentuk telur, sehingga biasa disebut “rumah telur” dan sifatnya dapat dibongkar pasang atau semi permanen.
Konsep ini diperkenalkan pada event Ulun Danu Beratan Art Festival IV 2018 di Tabanan, Bali, Minggu, 24 Juni kemarin.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana, mengatakan homepod diharapkan dapat lebih mendekatkan wisatawan dengan alam.
Meskipun sederhana dan terbuat dari bambu, rumah ini terdiri dari dua lantai yang cocok untuk ditempati satu keluarga.
"Untuk satu unit biayanya Rp150 juta sudah termasuk genset. Ini tidak mahal untuk nomadic tourism," ujarnya melalui siaran pers yang diterima rilis.id, Senin (25/6/2018).
Pembangunan homestay rumah desa ini didanai oleh Kemenpar sebagai percontohan.
Kemenpar, kata Pitana, mendukung penuh event Ulun Danu Beratan Art Festival IV 2018 yang ingin lebih mengenalkan desa wisata dan objek wisata di Indonesia.
Ulun Danu Beratan, lanjutnya, menjadi lokasi kedua yang dipilih untuk membangun homestay rumah desa tersebut. Sebelumnya, Kemenpar telah lebih dulu meresmikan homepod di Danau Toba, Sumatera Utara.
"Maka dari itu, kami dirikan sebuah homestay dengan format bangunan yang ramah lingkungan. Bentuknya sederhana layaknya di desa sehingga homestay ini disebut rumah desa," kata Pitana.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
