Warga Palu Masih Kekurangan Makanan dan Minuman

Default Avatar

Anonymous

Sulteng

30 September 2018 23:13 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi Gempa. FOTO: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
Ilustrasi Gempa. FOTO: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Sulteng — Warga Kota Palu yang terdampak gempa dan tsunami mengaku belum banyak mendapatkan bantuan makanan dan air. Mereka pun mengharapkan segera datangnya bantuan, terutama makanan dan air minum yang semakin sulit diperoleh.

"Jadi sampai saat ini, ini yang ketiga hari (pascabencana), belum ada bantuan pemerintah yang diterima. Entah itu mi instan dan sebagainya," kata Fitria, salah seorang warga Kelurahan Silae di Palu, Minggu (30/9/2018).

Menurutnya, sejauh ini para warga Palu membutuhkan bantuan makanan, minuman air bersih dan obat-obatan. "Kalau pakaian masih ada yang selamat dan bisa kami pakai. Tapi kalau makanan kami butuh sekali itu, dengan obat-obatan dan air. Sembako lah," katanya.

Berdasarkan pantauan pewarta foto Antara Muhammad Adimaja di Kota Palu, beberapa toko dan warung klontong di sana sudah mulai ada yang buka. Namun demikian harga jual menjadi tinggi.

"Minuman kemasan dijual mulai harga Rp7.000 hingga Rp15.000. Rokok dijual Rp30.000 per bungkus," ujar dia.

Fitria mengaku saat ini menginap di rumah saudara yang masih bisa ditempati dengan layak. Namun begitu mengingat masih banyaknya gempa susulan, Fitria dan saudaranya memilih untuk tidur di jalanan.

Berdasarkan pantauan di lapangan proses evakuasi korban gempa dan tsunami di Kota Palu terkendala kurangnya alat berat. Semua masih dilakukan secara manual oleh Basarnas.

Hingga saat ini pasokan listrik dan telekomunikasi belum kembali normal. Warga pun beramai-ramai mengambil BBM di mobil-mobil tangki Pertamina, selain mengambil makanan dan minuman dari toko atau warung yang masih tutup.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya