Ujian Online SD di Mesuji Terhambat Internet 'Ngadat'
Juan Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Ujian dengan metode dalam jaringan (daring) atau online untuk murid SD di Mesuji yang dimulai Senin (28/9/2020) mengalami beberapa kendala.
Pertama, banyak orang tua yang tidak mampu menggunakan aplikasi di ponsel. Sementara, lainnya malah tidak memiliki telepon genggam.
Sehingga, murid harus ujian luar jaringan (luring) atau offline. Yakni tatap muka dengan bertemu masing-masing guru kelas.
Kedua, adalah jaringan. Saat dimulai ujian melalui model daring, beberapa murid yang sudah terkoneksi dengan guru dalam satu aplikasi, tiba-tiba koneksi jaringan internetnya ngadat.
Akhirnya, murid yang jaringan ponselnya buruk, juga terpaksa mengikuti ujian luring dengan menemui guru di sekolah atau di tempat yang ditentukan.
Salah satu orang tua murid yang tidak mau disebut namanya, mengeluhkan ujian daring. Ini karena ketidakmampuannya menggunakan gadget.
”Saya tidak paham handphone android. Cuma bisa telepon dan SMS, yang lain-lain saya tidak tahu. Jadi anak saya terpaksa ujian luring,” terangnya.
Namun sayang saat akan dikonfirmasi, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Mesuji, Nawawi Madni, belum merespons.
Meski begitu, ada juga siswa yang tidak bermasalah dengan ujian luring. Contohnya, Evangeline Situmeang (9), murid kelas III SD di Simpangpematang. Dia mengikuti ujian middle (mid) semester dari rumah.
”Biasa bertemu langsung di sekolah. Tapi ini hanya lewat ponsel. Suara Bu Guru saja yang kadang-kadang kurang jelas, jadi kadang minta diulang pertanyaannya,” ujarnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
