TNI AD Percaya Integritas Polri Tangani Kasus Penusukan Anggota Kodam Jaya

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

12 Juni 2018 19:45 WIB
Nasional | Rilis ID
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Alfret Denny Tuejeh. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Alfret Denny Tuejeh. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILISID, Jakarta — Markas Besar TNI Angkatan Darat percaya akan integritas Polri dalam penanganan hukum kasus pengeroyokan dan penusukan terhadap dua prajurit TNI AD oleh sejumlah oknum Brimob.

Menurutnya, rasa duka dan kehilangan yang dirasakan keluarga korban tidak hanya dirasakan oleh prajurit TNI AD semata, namun juga dirasakan oleh rekan-rekan Polri dan rakyat Indonesia.

"TNI AD menekankan ke seluruh jajaran agar dapat menyikapi kejadian dengan baik dan jangan mengambil langkah-langkah atau tindakan yang justru akan merugikan diri sendiri maupun institusi," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Alfret Denny Tuejeh, Selasa (12/6/2018). 

Hal ini menyusul insiden penusukan anggota Kodam Jaya oleh oknum anggota Brimob beberapa hari lalu di Depok, Jawa Barat yang telah merenggut nyawa Serda Darma Adi dan satu korban lainnya, Serda Nikolas menderita luka-luka.

Alfret mengatakan, soliditas dan sinergitas TNI-Polri ke depannya harus direalisasikan sebagai bagian dari keluarga besar yang erat dan lekat.

"Baik di tingkat pucuk pimpinan maupun anggota, karena sudah sekian lama rakyat Indonesia merindukannya," ujarnya.

Dia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak terpancing dengan informasi-informasi yang provokatif. Karena menurutnya, situasi seperti ini kerap dimanfaatkan pihak lain untuk memprovokasi dan mengadu domba Institusi TNI dan Polri.

Alfret juga berharap agar peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu di Cijantung agar tidak begitu saja dikaitkan dengan peristiwa di Depok.

Menurutnya, sebagaimana telah disampaikan oleh Kodam Jaya melalui Kapendam Jaya, yang melakukan itu adalah kelompok orang tidak dikenal atau OTK.

"Kita tidak boleh berasumsi bahwa setiap peristiwa selalu terkait, oleh karenanya semuanya harus bisa menahan diri untuk tidak berpolemik. Kasihan masyarakat, jika kita disibukan dengan masalah internal. Kapan kita bisa fokus menata masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya