Sudah 261 Desa Tertinggal Dientaskan Lewat Gerbang Desa Saburai

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

2 Juli 2018 12:16 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Plt. Sekprov Lampung Hamartoni Ahadis. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto
Rilis ID
Plt. Sekprov Lampung Hamartoni Ahadis. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim 261 dari total 380 desa tertinggal sudah terentaskan melalui program Gerakan Membangun Desa Sai Bumi Ruwa Jurai (Gerbang Desa Saburai).

“Pada saat ini dari 380 desa tertinggal di Provinsi Lampung, sudah terentaskan 261 desa. Dan tersisa 119 desa tertinggal yang akan menjadi target program Gerbang Desa Saburai pada tahun depan,” kata Plt. Sekprov Lampung dalam siaran persnya, Senin (2/7/2018).

Menurut Hamartoni, sejak tahun 2016-2017, Gerbang Desa Saburai terus digulirkan di desa-desa tertinggal lainnya. Targetnya mencapai 250 desa.

Program ini sejalan dengan agenda nawacita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan pencapaian visi Gubernur M. Ridho Ficardo “Lampung Maju dan Sejahtera, Tahun 2019”.

“Konsep pembangunan berbasis pada masyarakat ini menjadi sangat relevan untuk diimplementasikan karena berbeda dengan konsep pembangunan pada umumnya, karena titik temu dari konsep pembangunan ini lebih mengacu kepada pelayanan yang berbasis pada masyarakat," jelasnya.

Kebijakan ini dilakukan melalui pemberian bantuan dana langsung kepada masyarakat yang dikemas dalam bantuan dana provinsi sebagai stimulan kepada masyarakat di desa tertinggal.

“Untuk pembangunan sarana dan prasarana (Infrastruktur) yang sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Hamartoni.

Harapannya, masih kata Hamartoni, Gerbang Desa Saburai mendorong pembangunan desa-desa mandiri dan berkelanjutan yang memiliki ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan. Hal tersebut diupayakan untuk mengurangi kesenjangan antara desa dan kota.

“Dilakukan dengan mempercepat pembangunan desa-desa mandiri serta membangun keterkaitan ekonomi lokal antara desa dan kota melalui pembangunan kawasan perdesaan,” tuturnya.

Pada tahun ini, sebanyak 2.435 desa yang tersebar di 227 kecamatan dan 13 kabupaten mendapat guyuran dana desa sebesar Rp2.088.401.374.000. Penerimaan tahap satu mencapai Rp392.078.253. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya