<i>Stunting</i> di Lambar dalam 2 Tahun Terakhir Turun Drastis

Ari Gunawan

Ari Gunawan

Lampung Barat

28 September 2020 17:30 WIB
Daerah | Rilis ID
Kadiskes Lambar, Paijo, FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Ari Gunawan
Rilis ID
Kadiskes Lambar, Paijo, FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Ari Gunawan

RILISID, Lampung Barat — Kasus stunting (Gizi Buruk) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) dalam dua tahun terakhir atau sejak tahun 2018 lalu, menurun drastis. Penurunan tersebut melebihi target nasional yakni pada angka 24,1 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) setempat, Paijo, mengatakan, Kemenkes melalui pengadaan atau penugasan tim nusantara sehat, mempunyai misi untuk menyediakan pelayanan kesehatan dari daerah-daerah terpencil.

“Akhirnya, 2018 lalu kita mendapatkan tenaga nusantara sehat, dan hari ini kita harus rela melepas mereka. Melalui kerja keras dan semangat yang luar biasa, keberhasilan mereka dapat kita rasakan dengan penurunan angka stunting yang sangat signifikan,” ujar Paijo saat menyampaikan laporannya pada acara pelepasan tenaga nusantara sehat periode 2018-2020, di Ruang Rapat Kagungan Pemkab Lambar, Senin (28/9/2020).

Lalu Paijo mengungkapkan, hasil riset kesehatan di Lambar pada tahun 2017, kasus stunting sebesar 37,3 persen, hingga tahun 2020 menurun menjadi 13,20 persen.

“Awalnya tahun 2017 angka stunting di Lampung Barat sebesar 37,3 persen, tahun 2018 menjadi 32,96 pada balita dan 29,69 pada baduta, di tahun 2019 turun menjadi 22,23 persen dimana target nasional untuk angka stunting di Lambar sebesar 24,1 persen tahun 2020. Dan akhirnya kita bisa menurunkan angka stunting di tahun 2020 menjadi 13,20 persen,” ungkap Paijo.

Paijo berharap, penurunan angka stunting di Lampung Barat tersebut agar dapat dipertahankan dan lebih ditingkatkan.

“Tentu kita berharap angka stunting di Lambar dapat terus diturunkan, kita akan berusaha dengan semaksimal mungkin dan sebaik-baiknya,” tuturnya. (*)

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya