Sidak di Surabaya, Harga di Pasar Tradisional Malah Lebih Tinggi dari Pasar Modern

Default Avatar

Anonymous

Surabaya

31 Mei 2018 23:33 WIB
Daerah | Rilis ID
Komisi IV DPR RI melakukan Inspeksi mendadak (sidak) bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bulog dan BPOM ke pasar tradisional Wonokromo, dan retail modern di Surabaya. FOTO: Istimewa.
Rilis ID
Komisi IV DPR RI melakukan Inspeksi mendadak (sidak) bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bulog dan BPOM ke pasar tradisional Wonokromo, dan retail modern di Surabaya. FOTO: Istimewa.

RILISID, Surabaya — Untuk mengetahui ketersediaan dan harga pangan dua pekan jelang Idul Fitri 2018, Komisi IV DPR RI melakukan Inspeksi mendadak (sidak) bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Bulog dan BPOM ke pasar tradisional Wonokromo, dan retail modern di Surabaya.

Sidak dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi, untuk memastikan tidak ada gejolak harga pangan, karena stok komoditas masih terbilang cukup sepanjang Ramadhan dan jelang Lebaran 2018.

"Berapa sekilo harga daging sapi?" kata Viva Yoga kepada pedagang di Pasar Wonokromo Surabaya pada Kamis (31/5/2018).

"Sekilo masih Rp110 ribu, pak. Harganya masih sama dengan beberapa hari lalu," kata Husniah, pedagang daging di pasar tersebut.

Selanjutnya Viva Yoga beranjak ke pedagang Ayam. Di sana, harga seekor ayam didapati dengan harga Rp36 ribu. Harganya juga masih sama dengan sebelumnya.

"Masih sama aja pak harganya. Kami tidak mengambil untung banyak, takut nga laku juga," tambah Fauzan.

Seusai keliling pasar Wonokromo, sidak kembali berlanjut ke pasar retail modern di Jalan Ahmad Yani. Di sana, harga daging sapi beku seharga Rp80 ribu per kilogram. Lalu, ayam Rp31 ribu per kilogram, kemudian telur ayam Rp21.500 per kilogram.

"Dari hasil kunjungan ini, kita masih menemukan komoditas pangan mengalami sedikit kenaikan harga, seperti daging sapi  dan daging ayam, terutama di pasar tradisional, sedangkan di pasar retail modern harga sudah sesuai standar," ujar Viva.

Viva mengingatkan bahwa kenaikan harga juga bisa diakibatkan distribusi. Panjangnya rantai distribusi perlu diantisipasi pemerintah, supaya kenaikan harga tak sampai merugikan konsumen.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi, mengatakan kenaikan harga komoditas salah satunya dipengaruhi kelancaran distribusi dari agen/distributor ke pedagang.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya