Sampah Ada di Mana-Mana, Mulai Pantai sampai Pusat Kota
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kota Bandarlampung benar-benar punya masalah serius dengan penanganan sampah.
Selain sampah di pesisir Teluk Lampung yang menutupi pantai (baca: Pantai Sampah Itu Bernama Pesisir Teluk Lampung), kondisi itu juga terjadi di tengah kota.
Pedagang dan warga di sekitar Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Wayhalim, misalnya, mengeluhkan sampah di sebelah kiri gerbang utama menuju jalur dua PKOR.
Pantauan di lokasi, tumpukan sampah ini memakan badan jalan dan menimbulkan bau busuk sangat menyengat.
Pengendara yang lewat harus mengalah dan melewati jalan tanah lantaran sampah sudah menutup jalan.
Salah satu pedagang, Rina DS (42), menjelaskan kondisi ini sudah terjadi sejak sebelum bulan Ramadan.
"Sudah dari sebelum puasa kemarin sudah begini. Tadinya ini di depannya nempel dengan tembok PKOR. Kata pengurus PKOR disuruh pindah seberangnya ke tanah milik pemkot, makanya akhirnya begini," kata Rina kepada rilislampung.id, Minggu (29/6/2018).
Rina menuturkan, pihaknya sudah mengadukan ke pihak kelurahan. Namun tidak ada tanggapan.
"Katanya ini memang TPS (tempat pembuangan sampah). Kami sebenarnya mau membersihkannya, tapi warga malah semakin sembarangan sampai ke balik tembok itu. Petugas juga datang tapi tidak ada perubahan," jelasnya.
Perempuan berjilbab ini berharap pemerintah segera menindaklanjuti keberadaan TPS ini.
"Jujur saja ini sangat mengganggu, terutama bagi kami pedagang. Kami tidak bisa berjualan karena sampah yang dekat dengan lapak dan baunya yang menyengat," tukasnya.
Hal senada juga diungkapkan Roslaini (28), warga Sukarame. Ia mengaku terkejut dengan keberadaan sampah ini.
"Saya kebetulan baru pulang dari Palembang, memang sering lewat sini kalau sore. Tapi kok kaget jadi begini ya, masa tempat sampah sampai menutup jalan. Baunya busuk," singkatnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
