Rupiah 'Nyungsep' Rp16.000 per US$, Demokrat: Lupakan Proyek, Pikirkan Daya Beli!
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Anggota Fraksi Demokrat DPR, Sartono Hutomo meminta Pemerintah untuk sementara mengkesampingkan segala bentuk proyeksi pembangunan yang diklaim akan meningkat devisa negara. Seperti infrastruktur, khususunya pembangunan ibu kota baru.
Menurutnya, Pemerintah harus fokus menyelesaikan perekonomian bangsa ditengah ancaman penyebaran COVID-19. Hal ini agar tidak menimbulkan kepanikan serta mengurangi daya beli masyarakat mengingat pemberlakuan kebijakan jaga jarak atau social distancing.
Pasalnya, masyarakat mulai mengeluhkan pendapatannya seiring kebijakan tersebut.
“Lupakan dulu proyek-proyek besar, stop berpikir Pindah Ibu Kota Baru. Yang lebih penting itu pindah pada sektor kesehatan, makanan, pikirkan segera bagaimana bisa meningkatkan daya beli rakyat dan mengurangi dampak PHK kedepannya,” tegas anggota Komisi VI DPR itu dalam keterangannya, Jumat (20/3/2020).
Apalagi, lanjut Sartono, kini rupiah harus bertekuk lutut dihadapan dolar AS yang sudah menyentuh angka Rp16.000/US$.
Karena itu, anggota MKD DPR ini menilai Pemerintah harus bekerja keras dan cerdas untuk menanggulangi amukan dolar terhadap rupiah sebagai imbas dari COVID-19 global.
“Pemerintah harus respon cepat dari dampak meluasnya sebaran virus corona untuk mengurangi dampak ekonomi yang lebih dalam,” pungkas politisi Demokrat itu.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
