Ribuan Belalang Kembara Ancam Desa Sidoharjo, Lamsel
Agus Pamintaher
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Ribuan belalang kembara (locusta migratoria) mengancam Desa Sidoharjo, Waypanji, Lampung Selatan sejak Jumat (28/2/2020). Luas hamparan tanaman yang berpotensi terserang mencapai 33 hektare (ha).
Belalang yang berada pada fase atau stadia nimfa (instar I-III) ini dikhawatirkan merusak padi varietas Inpari 33 dan yang baru berumur 50 sampai 60 hari.
”Kita akan lakukan pengendalian. Rencananya serentak pada Senin (2/3/2020, Red) dengan harapan serangan belalang tidak meluas,” papar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Lampung Selatan, Bibit Purwanto, Sabtu (29/2/2020).
Mantan Camat Sragi ini menjelaskan, belalang kembara datangnya memang bergerombol. Biasanya menyerang padi atau jagung. Dia berharap, serangga itu sekadar lewat dan tidak menjadi masalah permanen bagi petani.
Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Lamsel, Wawan, menambahkan tanaman padi dan jagung umur 80 sampai 90 hari sudah tidak berpengaruh terhadap serangan belalang.
Secara teknis, pengamatan seawal mungkin merupakan langkah paling efektif untuk melakukan pencegahan atau pengendalian OPT (Organisme Penganggu Tanaman) secara umum. Pada kondisi tertentu tidak harus menggunakan racun kimia, tetapi menggunakan agen hayati.
”Pestisida digunakan sebagai alternatif terakhir, apabila cara lain sudah tidak efektif lagi. Sedangkan untuk pengendalian secara kimia, kita tetap harus mengacu kepada prinsip lima tepat. Yakni tepat dosis, cara, waktu, sasaran, dan jenis pestisidanya,” pungkas Wawan. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
