Ratusan Pekerja PT Pos Indonesia Demo Tuntut Direksi Bagi Untung
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ratusan pekerja PT Pos Indonesia melakukan aksi demontrasi menuntut direksi membagikan hasil laba yang diterima perusahaan di 2017 yang disebut mencapai Rp355 miliar. Para pekerja PT Pos Indonesia wilayah DPW 4 SPPI Jakarta, Tangerang dan Bekasi itu melakukan unjuk rasa di depan gedung PT Pos Indonesia, Jalan Gedung Kesenian, Jakarta Pusat.
"Sesuai Perjanjian Kerjasama (PKB), wajib memberikan laba kepada pegawai," kata Sekretaris DPW 4 SPPI Jabodetabek, Tjasmita, saat ditemui di lokasi, Senin (25/6/2018).
Dia menjelaskan, unjuk rasa itu dilakukan lantaran sampai saat ini seluruh pekerja PT Pos Indonesia belum juga mendapatkan bonus dari hasil laba yang diperoleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
"Kita menuntut itu, untuk besarannya bisa dilihat dari PKB," ujarnya.
Tak hanya soal bonus, ungkap dia, para pekerja juga meminta direksi untuk membayar tunjangan kinerja yang selama ini dibayarkan per tiga bulan menjadi per bulan. Sehingga, ungkapnya, aksi unjuk rasa ini merupakan peringatan kepada Direksi PT Pos Indonesia.
"Ini merupakan pra-aksi mogok kerja, jika tuntutan tidak tercapai. Ini adalah pra-aksi bentuk kebersamaan kami yang harus kami lakukan. Jika di perundingan nanti tidak dilakukan mengenai hal itu, kami siapkan mogok kerja. Kami kerahkan semua untuk mogok kerja nasional," tegasnya.
Dalam unjuk rasa itu, massa menyampaikan lima tuntutan kepada Direksi PT Pos Indonesia. Lima tuntutan itu yakni:
1. Kami menolak kebijakan perusahaan yang tidak membagi laba kepada karyawan melalui pembayaran jasa produksi 2017
2. Kami meminta dengan keras perusahaan untuk segera membayarkan jasa produksi 2017
3. Segera lakukan pembayaran tukin sesuai dengan PKB
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
