Program Naturalisasi Kali Anies Belum Terbukti

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

4 Januari 2020 23:03 WIB
Daerah | Rilis ID
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau banjir di Kampung Pulo. FOTO: RILIS.ID/Fajar Alim Mutaqin
Rilis ID
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau banjir di Kampung Pulo. FOTO: RILIS.ID/Fajar Alim Mutaqin

RILISID, Jakarta — Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, mmeinta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melanjutkan program normalisasi kali. Menurutnya, program itu harus segera dilakukan oleh Anies untuk menyelesaikan persoalan banjir. 

"Jakarta yang hari ini mendapat satu bencana banjir yang kebetulan di semua wilayah kota. Nah di sini harus benar-benar pemerintah daerah harus ada artinya apa normalisasi ini harus dilaksanakan harus ditindak lanjut tidak bisa tertunda-tunda lagi," kata Prasetyo Edi kepada wartawan, Sabtu (4/1/2020). 

Prasetyo melanjutkan, sistem buka tutup air juga harus dilakukan dengan baik. Bila diabaikan, kata dia, maka kesiapan menghadapi ancaman banjir jadi tidak ada. 

"Kalau kayak seperti ini sekarang ini semua terbuka semua mungkin di pintu sunter semua kebuka gitu. Nah saya tadi melihat di Gunung Sahari ada satu pompa yang kebetulan buat nyedot air keluar itu artinya enggak siap padahal itu produk tahun 2019 bulan 11," ujarnya. 

"Nah, hal-hal seperti ini sebetulnya dipersiapkan menjelang hujan jangan sampai pekerjaan seperti ini gedebak-gedebuk," sambungnya. 

Karena sudah terjadi banjir besar, maka Prasetyo mendesak kepada Pemprov DKI untuk ke depannya konsen untuk mengatasi permasalahan tersebut. 

Dia meminta, fokus anggaran yang ada pada tahun 2020 mestinya untuk menyelesaikan permasalahan banjir. Salah satunya, dengan melakukan normalisasi. 

"Atau apa yang disebut pak gubernur naturalisasi. Saya enggak ngerti itu harus dilaksanakan tidak bisa tidak jadi tidak bisa ditunda karena masalahnya dari pak gubernur sebelumnya sampai Pak Anies Baswedan Pak Sutiyoso Pak Foke Pak Jokowi Pak Ahok Pak Djarot masalahnya sama," ujarnya. 

Namun, Prasetyo mengaku, dirinya tidak memahami konsep naturalisasi yang digagas Anies. Menurutnya, konsep naturalisasi yang disebut seperti Singapura belum tentu cocok diterapkan di Jakarta. 

"Kalau Singapura naturalisasi itu emg beda konteks dengan tanahnya atau apanya kalau di sini kan ya harus normalisasi. Harus ada kali yang besar harus ada jalan kiri kanan," ujarnya. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya