Percepat Diseminasi VUB, BPTP Bengkulu Gelar Produksi Benih Sebar

Default Avatar

Anonymous

Seluma

28 Mei 2018 19:31 WIB
Daerah | Rilis ID
Lokasi produksi benih sebar padi BPTP Bengkulu di Desa Taba, Kecamatan Talo Kecil, Seluma. FOTO: Balitbangtan Kementan
Rilis ID
Lokasi produksi benih sebar padi BPTP Bengkulu di Desa Taba, Kecamatan Talo Kecil, Seluma. FOTO: Balitbangtan Kementan

RILISID, Seluma — Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu menggelar produksi benih sebar padi, guna percepatan diseminasi varietas unggul baru (VUB) Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Soalnya, VUB berproduksi tinggi menjadi pilihan tepat untuk menyikapi perubahan iklim, pola pertanaman, serta masalah biotik dan abiotik daerah tropis.

Kegiatan penangkaran benih padi dikelola Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) BPTP Bengkulu. Kepala BPTP Bengkulu Dr. Ir. Darkam Musaddad M.Si selaku Manajer Umum dan Penanggung Jawab Kegiatan Dr. Shannora Yuliasari, S.TP, MP. Tahap persemaian benih pada 3 Mei 2018 dan tanam tanggal 20 Mei.

Kegiatan produksi benih sebar padi (extension seed/ES) oleh UPBS BPTP Bengkulu bekerja sama dengan Kelompok Tani Penangkar Sakaian Indah. Lokasi di sawah irigasi teknis milik petani penangkar di Desa Taba, Kecamatan Talo Kecil, Seluma.

Kegiatan melibatkan 12 petani penangkar kooperator dengan total luas lahan enam hektare. Varietas yang ditangkarkan adalah Inpari 32, Inpari 33, dan Inpari 42 Green Super Rice (GSR). Tujuannya, memperkenalkan VUB padi pengganti Ciherang.

Inpari 32 merupakan VUB hasil seleksi dari varietas Ciherang. Keunggulannya, tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri (HDB), rata-rata produksi 6,3 ton per hektare, dan potensi hasil 8,4 ton per hektare.

Sedangkan Inpari 33, tahan terhadap wereng batang coklat (WBC), rata-rata produksi 6,6 ton per hektare, dan potensi hasil 9,8 ton per hektare. Sementara Inpari 42 GSR, tahan terhadap hama dan penyakit utama dan berdaya hasil tinggi pada kondisi input usaha tani yang relatif rendah.

Inovasi teknologi Jajar Legowo (Jarwo) Super terpilih untuk diterapkan pada kegiatan penangkaran. Beberapa komponen teknologi Jarwo Super yang diterapkan, antara lain penggunaan benih bermutu VUB, pemakaian biodekomposer, seed treatment dan pupuk berimbang, serta pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu.

Melalui penerapan inovasi teknologi tersebut, diharapkan output produksi benih mencapai tujuh ton gabah kering giling (GKG) per hektare. Diperkirakan panen berlangsung awal September.

Kegiatan penangkaran di bawah pengawasan Balai Sertifikasi dan Pengawas Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSB TPH) Bengkulu. Pemeriksaan lapang pendahuluan dilakukan bersamaan dengan tahap tanam.

Melalui kegiatan penangkaran ini, sekaligus diharapkan sebagai display inovasi teknologi Balitbangtan di Bengkulu. Keunggulan suatu varietas akan dirasakan manfaatnya, apabila tersedia benih dalam jumlah cukup untuk ditanam petani.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya