Penjual Kembang Api 'Menang' Banyak di Lebaran Kedua

Default Avatar

Anonymous

16 Juni 2018 20:25 WIB
Daerah | Rilis ID
Ilustrasi penjual kembang api. FOTO: Beritadaerah.
Rilis ID
Ilustrasi penjual kembang api. FOTO: Beritadaerah.

RILISID, — Penjual kembang dan air mawar di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, mendapatkan berkah pada hari raya Idul Fitri dengan meningkatnya laba penjualan hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

Arsyad, yang sudah 50 tahun berjualan di sekitar TPU Karet Bivak, mengaku memperoleh keuntungan bersih mencapai Rp500 ribu dari penjualan kembang dan air mawar pada hari pertama Lebaran, kemarin.

Keuntungan Rp500 ribu dalam satu hari sudah teramat besar bagi penjual kembang seperti Arsyad. Di hari-hari biasa, jangankan mendapatkan keuntungan yang cukup besar, bisa untuk tidak merugi saja, sulit.

Pasalnya, kembang merupakan barang dagangan yang tidak bisa dijual dengan sistem konsinyasi. Jika sudah dibeli dari pemasok tidak laku dijual, maka kembang itu akan busuk dan menjadi kerugian buat Arsyad.

"Di hari-hari biasa kadang yang datang kurang dari sepuluh peziarah. Itu pun mereka belum tentu membeli kembang dari saya. Padahal modal untuk membeli kembang itu besar. Jika kembang tidak laku, ya busuk dan harus saya buang, jadinya rugi," ujarnya.

"Jualan kembang mah 'tawakal' saja. Disyukuri saja," tambah Arsyad.

Arsyad mengaku sebagai salah satu dari segelintir saja pedagang kembang tetap di TPU Karet Bivak. Kebanyakan pedagang di TPU seluas 16,2 hektare itu adalah pedagang musiman yang hanya berjualan saat musim Lebaran saja.

"Ya kami bersaing juga dengan pedagang musiman, tapi tidak saling ganggu. Jika saat ramai seperti ini, memang ada kenaikan untung, tapi tidak terlalu signifikan, dinikmati saja," ujar pria yang dari kecil hidup di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.

Arsyad menerima pasokan kembang yang dia jual dari pemasok kembang di sentra kembang Rawa Belong, Jakarta Barat.

Meningkatnya jumlah peziarah seperti saat Lebaran ini dimanfaatkan Arsyad dengan berjualan kembang dalam tempo yang lebih lama.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya