Pastikan Pendidikan WNI, PSI Akan Temui Pejabat Malaysia
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, mengatakan pihaknya akan menemui sejumlah pejabat di Malaysia, salah satunya Menteri Pendidikan Malaysia.
Menurut Grace, pertemuan itu memiliki sejumlah misi, terutama untuk memastikan akses pendidikan bagi para WNI di negeri jiran tersebut.
“Anak-anak Indonesia, terutama yang lahir dari pasangan orang tua yang tidak memiliki dokumen lengkap terperangkap dalam ketidakjelasan. Terutama, karena mereka tidak memiliki akses pendidikan,” kata Grace melalui siaran persnya kepada rilis.id, Selasa (26/6/2018).
Grace memastikan, dirinya yang memang sudah berada di Malaysia bersama rombongan di antaranya Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, akan bertemu Menteri Pendidikan Malaysia besok, Rabu (27/6/2018).
Selain itu, lanjutnya, PSI juga akan menemui Menteri Besar Selangor. "Masalah ini akan kami sampaikan secara diplomatik kepada mereka. Semoga ada hasilnya," ujar Grace.
Dalam kesempatan itu, PSI berkunjung ke Kedutaan Besar RI di Malaysia dan bertemu Duta Besar RI, Rusdi Kirana.
PSI mengapresiasi Kedubes RI yang membangun community learning center Indonesia untuk anak-anak WNI yang lahir di Malaysia.
Sementara, Rusdi Kirana mengungkapkan, pihaknya terus bekerja untuk memberikan pelayanan kepada WNI di Malaysia dengan membuka kantornya yang ada di Kuala Lumpur itu selama 24 jam penuh.
Hal itu dilakukan karena dirinya menekankan bahwa Kedubes RI di Malaysia adalah pelayan bagi WNI.
"Kami juga membangun sekolah-sekolah Indonesia untuk anak-anak WNI di sini, yang dulunya datang secara tidak resmi, mereka yang kerja di ladang-ladang dan perkebunan," ujarnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
