PSI Sebut Film G30S/PKI Jelek dan Penuh Propaganda
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Skretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, mengatakan, film G-30S/PKI sama sekali tidak menarik lagi untuk ditonton bagi generasi masa kini.
"Yang pasti filmnya jelek. Dari sisi sinematografi enggak ada spesial-spesialnya," kata Toni, sapaan akrabnya, melalui akun Twitternya @AntoniRaja, Sabtu (29/9/2018).
Toni menilai, film G30S/PKI tidak memiliki nilai kreatifitas yang baik. Pasalnya, film itu muncul pada era Orde Baru yang penuh dengan keseragaman.
"Dari segi subtansi, apa yang diharapkan dari film propaganda dengan tafsir tunggal penguasa?" tanya dia.
Menurut Toni, mestinya para sutradara muda saat ini bisa membuat film-film serupa yang lebih menarik. Terutama, untuk mendidik generasi muda agar lebih kreatif melalui film.
"Dengan cara dan isi yang lebih segar, mendidik dan menghibur," lanjutnya.
Meski begitu, Toni mempersilakan kepada siapapun yang tertarik untuk menonton kembali film G-30S/PKI tersebut. Namun, hal itu bukan merupakan kewajiban.
"Yang mau nonton silakan, yang enggak juga enggak apa-apa. Tidak ada paksaan dalam menonton film," tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
