ODP Corona di Lambar 80 Orang, Tujuh Dinyatakan Sehat

Ari Gunawan

Ari Gunawan

Lampung Barat

23 Maret 2020 20:37 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ira Permata Sari, saat menyampaikan jumlah ODP Lambar di Aula Kesehatan setempat, Senin (23/3/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ari Gunawan
Rilis ID
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ira Permata Sari, saat menyampaikan jumlah ODP Lambar di Aula Kesehatan setempat, Senin (23/3/2020). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ari Gunawan

RILISID, Lampung Barat — Orang Dalam Pemantauan (ODP) virus corona di Lampung Barat (Lambar) kembali melonjak. Jika Sabtu (21/3/2020) tercatat 39 orang, pada Senin (23/3/2020) menjadi 80 ODP.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan penyakit Dinas Kesehatan (Diskes) Lambar, Ira Permata Sari, menerangkan tujuh ODP dinyatakan negatif corona dan telah sehat.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, itu menyampaikan pada Minggu (22/3/2020) ada 1.119 orang yang masuk dalam screening. Untuk Senin ini meningkat menjadi 1.214 orang.

Dia meminta seluruh masyarakat Lambar tetap tenang dan terus meningkatkan pola hidup sehat.

Dia menerangkan ODP adalah seseorang yang memiliki riwayat sempat bepergian ke negara atau daerah yang telah terinfeksi virus corona atau melakukan kontak dengan orang terinfeksi virus corona.

Namun, ia belum menunjukkan gejala-gejala telah terinfeksi virus.
Meskipun tanpa gejala, orang dalam kategori ODP harus mendapatkan pemantauan dari instansi kesehatan setempat.

Sedangkan, istilah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) adalah pasien yang menunjukkan gejala terinfeksi virus corona. Seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.
Pasien dengan kategori PDP perlu mendapat pengawasan dari tenaga medis. Sebab, mereka sudah masuk sebagai pasien yang harus mendapat pengobatan.

Istilah suspect, artinya pasien yang memiliki riwayat bepergian ke negara terinfeksi virus corona atau melakukan kontak dengan pasien positif corona.

Ia diduga kuat telah terinfeksi corona dan memiliki gejala. Pasien dengan kategori suspect akan menjalani pemeriksaan dua metode, yakni Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Genome Sequencing.

Dari pemeriksaan tersebut akan diketahui apakah pasien dinyatakan positif atau negatif corona.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya