Lampung Barat ‘Haramkan’ Impor Atlet
Ari Gunawan
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Pemerintah Kabupaten dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Barat, berkomitmen hanya mengikut sertakan atlet-atlet lokal pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX tahun 2021 mendatang di Bandarlampung.
Artinya, ‘mengharamkan’ untuk mengimpor atau memberdayakan atlet dari luar daerah pada event tersebut.
Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) KONI Lambar, Iwan Setiawan dihadapan sejumlah atlet renang yang sedang laksanakan program latihan di Kolam Renang Way Sinda, mengatakan latihan-latihan atlet dari semua Cabang Olahraga (Cabor) tak terkecuali atlet Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) terus digenjot.
Itu guna mematangkan skill dan mental para atlet."Mari giat dan tekun berlatih untuk menjadi atlet yang terbaik, karena kita wajib ikut sertakan adik-adik atlet asli dari Kabupaten Lampung Barat di event Porprov," ujar Iwan, Senin (2/3/2020).
Menurut dia, Pemkab juga serius berencana membangun kolam renang standar untuk para atlet renang.
"Karena itu kita berdoa semoga cita-cita ini bisa terwujud, " kata Iwan yang juga selaku Wakil Ketua I KONI setempat.
Sementara, Hendri Rosadie selaku Ketua PRSI Lambar pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa Pengurus Kabupaten (Pengkab) PRSI Lambar kedepan juga akan memprogramkan bantuan sarana dan prasarana untuk latihan baik itu kacamata renang, tali lintasan renang bahkan tempat start.
"Dengan tempat latihan yang semakin baik, ini tentu akan semakin dapat memberi semangat para atlet renang," ujarnya.
Eki David salah satu pelatih renang menyambut baik cabor renang kini mulai banyak diminati olah masyarakat setempat.
"Anak-anak ini ada yang sudah setahun lebih berlatih di sini, fisik dan tekniknya terus berkembang dengan baik, dan kita juga mulai ikuti mereka di kejuaraan-kejuaran di level provinsi untuk tingkatkan jam terbang mereka di cabor renang ini," pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
