Konjen Tiongkok Tertarik Investasi Bidang Infrastruktur dan Pembangkit Listrik di Lampung
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok tertarik berinvestasi di bidang infrastruktur dan pembangkit listrik di Provinsi Lampung.
Disamping, kerja sama di berbagai bidang, seperti pendidikan, ekonomi, pertanian, perindustrian, dan lainnya dengan sejumlah pihak.
Hal itu diungkapkan Konsul Jenderal Tiongkok untuk Medan Qiu Weiwei saat diwawancarai Rilislampung.id di Hotel Novotel Bandarlampung Kamis (5/3/2020) pagi.
Dia menjelaskan tujuan kunjungan ke Lampung untuk mencari peluang kerja sama dan ingin mempromosikan Provinsi Lampung di Tiongkok. Selain mendorong humaniora, ada pelayanan visa.
"Kami juga ingin cari hubungan kerja dengan Provinsi Lampung. Pertanian Provinsi Lampung sangat maju. Ada beberapa di ekspore ke Tiongkok yakni Nanas, Pisang dan lainnya. Jadi Lampung sangat berpotensi, semoga nantinya ada yang bisa diproduksi ke Tiongkok," jelasnya.
Dia menyebutkan ke Provinsi Lampung ini baru kali pertama dia kunjungi. Dan dia sangat senang dengan orang di Lampung karena orangnya ramah, baik dan pemandangannya sangat indah.
"Karena kerja kami termasuk memberikan perlindungan warga Tiongkok di Sumatera. Kami juga membuka kerja sama di segala bidang. Seperti perdagangan, pendidikan dan lainnya," ungkapnya.
Disinggung soal investasi apa yang dilirik Tiongkok di Provinsi ujung Sumatera ini, Konsul Jenderal Tiongkok untuk Medan itu melihat Provinsi Lampung butuh investasi di bidang infrastruktur dan pembangkit listrik.
"Memang untuk kesepakatan sementara belum ada. Karena ini baru pertama. Karena tujuan awalnya untuk kenal dan di informasikan ke Tiongkok. Tapi sekarang kami sudah bisa lihat peluang infrastruktur dan pembangkit listrik di Lampung. Jadi kami ini nanti informasikan ke Tiongkok soal investasi ini," tegasnya.
Konsul Jenderal Tiongkok untuk Medan Qiu Weiwei mengakui merebaknya virus corona sangat berdampak pada perekonomian di negaranya. Namun, dia meyakini perekonomian di negaranya akan kembali pulih pada April mendatang.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
