Komitmen pada Kearifan lokal, Bupati Lambar Suguhkan Lemang

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Liwa

17 Juni 2018 15:31 WIB
Daerah | Rilis ID
 Proses pembuatan lemang membutuhkan kerjasama dan tenaga banyak orang. FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
Proses pembuatan lemang membutuhkan kerjasama dan tenaga banyak orang. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Liwa — Lemang merupakan kuliner tradisonal khas Lampung Barat (Lambar) yang disajikan pada saat-saat istimewa. Seperti acara pernikahan dan hari raya.

Lemang dan secangkir robusta menjadi menu utama para tetamu dan sanak keluarga yang bersilaturahmi. Penganan bakar nan gurih perpaduan ketan dan santan ini wajib dinikmati bila berkunjung ke Lambar. 

Bagi masyarakat Lambar, tradisi Ngelemang (memasak lemang) bukan sebatas acara masak memasak. Ada makna historis dan filosofis yang terkandung didalam nya (Ngelemang).

Ya, melalui Lemang, para leluhur mengajarkan nilai-nilai "Beguai Jejama", budaya gotong royong dalam bermasyarakat. Sebuah media edukasi yang menarik, tepat dan efektif.

Lemang sendiri lahir dari proses rumit dan panjang. Dalam proses produksinya, dibutuhkan kerjasama dan tenaga banyak orang. Dan hal itu dilakukan sejak proses awal.

Mulai mengumpulkan bambu, daun pisang, mengolah adonan, memasukan adonan ke dalam bambu dan diakhiri dengan proses pembakaran. Dimana penerapan nilai gotong royong menjadi bagian penting didalamnya.

Kini, seiring berjalan nya waktu, tradisi Ngelemang sudah mulai ditinggalkan. Berbagai hal menjadi penyebabnya. Modernisasi dan infiltrasi budaya asing yang menciptakan manusia hedon dan individualistik dianggap sebagai penyebab utama oleh beberapa pihak. Dan masih banyak lagi penyebab lainnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Lambar bersama pihak terkait terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait pelestarian adat dan budaya lokal (termasuk kuliner) melalui berbagai media (acara).

Ini dilakukan sejak dini di bangku sekolah dasar, melalui pelajaran muatan lokal. Berbagai event kebudayaaan lokal pun telah dilaksanakan. Bahkan, pemecahan Rekor Muri terkait Ngelemang pun sudah dilakukan. 

Bupati sebagai kepala daerah diberbagai kesempatan selalu mengkampanyekan arti penting pelestarian budaya lokal. Baik di lingkungan internal Pemkab maupun eskternal (masyarakat). Dan hal itu sudah dimulainya di lingkungan Pemkab Lambar.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya