Komitmen pada Kearifan lokal, Bupati Lambar Suguhkan Lemang

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Liwa

17 Juni 2018 15:31 WIB
Daerah | Rilis ID
 Proses pembuatan lemang membutuhkan kerjasama dan tenaga banyak orang. FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
Proses pembuatan lemang membutuhkan kerjasama dan tenaga banyak orang. FOTO: ISTIMEWA

Parosil Mabsus (PM) sebagai pimpinan mewajibkan staf dan jajaran nya menggunakan penganan lokal (Lemang, cucur dll) sebagai suguhan di setiap acara.

"Selain melestarikan Kuliner Lokal, hal ini juga berdampak pada keberlangsungan pelaku usaha nya," ujarnya.

Di momen Idul Fitri 1439 H ini, saat Ngelemang muncul kembali ke permukaan, di acara Open House di Kebun Tebu, PM kembali mengenalkan dan menyuguhkan Lemang kepada tamu yang hadir. 

Dalam dialognya, PM menyerukan arti penting pelestariaan adat dan budaya lokal kepada tamu yang hadir. Hal tersebut dapat terwujud melalui kerja bersama semua pihak. Kolaborasi pemerintah dan warga berlandaskan semangat beguai jejama menjadi fondasi utamanya. 

"Bung Karno melalui Trisakti nya mengingatkan kita akan hal itu. Agar kita Berkepribadian dalam bidang Budaya. Bangsa yang besar dapat dilihat dari budayanya. Jadi kita sebagai pelanjut angkatan wajib melestarikan kearifan lokal," kata PM sambil menyodorkan lemang. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya