Kerap Diretas Saat Pemilu, Gerindra Pertanyakan Kredibiltas KPU

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

1 Juli 2018 20:30 WIB
Nasional | Rilis ID
Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani. ILUSTRASI: Hafiz
Rilis ID
Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani. ILUSTRASI: Hafiz

RILISID, Jakarta — Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani tak heran fenomena diretasnya website Komisi Pemilihan Umum saat perhitungan suara pemilu. Justru, dengan berulangnya masalah itu, ia semakin mempertanyakan kredibilitas KPU.

Menurutnya, kasus yang muncul setiap pilkada, pileg dan pilpres ini berpotensi menurunkan kredibilitas lembaga tersebut. Apabila, tidak juga meningkatkan pertahanan dalam sistem pengelolaan situs.

"Itu kan sudah berulang-ulang, setiap pemilu kan website KPU mengaku selalu diretas oleh hacker, itu artinya lembaga-lembaga yang kredibel harus memiliki tingkat pertahanan yang kuat dalam persoalan website," ujar Muzani di Jakarta, Minggu (1/7/2018).

Muzani menyebutkan, peretasan situs KPU adalah persoalan klasik. Karenanya, Wakil Ketua MPR RI ini meminta KPU agar segera memperbaiki sistem keamanan data dan meningkatkan kewaspadaan agar hal serupa tidak terulang kembali.

"Karena gangguan terhadap ini sudah berulang 2,5 tahun lalu, dan sebelumnya juga udah, mestinya KPU belajar dari proses yang ini, supaya tidak berulang. Saya berharap ini diantisipasi oleh KPU agar tidak berulang karena tingkat gangguan dan tingkat kemampuan terhadap hackers itu makin canggih," tegasnya.

Selain itu, Muzani juga mendorong KPU selalu melakukan antispasi agar keamanan data suara bisa teratasi. "Karena itu pertahanan kita harus lebih kuat," pungkasnya.

Diketahui, pantauan di situs infopemilu.kpu.go.id yang memuat data hasil penghitungan Pilkada Serentak kerap tak bisa diakses. 

Dalam situs tertulis "Untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi Hasil Pemilihan, untuk sementara layanan ini kami tidak aktifkan."

 

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya