Kerap Diretas Saat Pemilu, Gerindra Pertanyakan Kredibiltas KPU
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani tak heran fenomena diretasnya website Komisi Pemilihan Umum saat perhitungan suara pemilu. Justru, dengan berulangnya masalah itu, ia semakin mempertanyakan kredibilitas KPU.
Menurutnya, kasus yang muncul setiap pilkada, pileg dan pilpres ini berpotensi menurunkan kredibilitas lembaga tersebut. Apabila, tidak juga meningkatkan pertahanan dalam sistem pengelolaan situs.
"Itu kan sudah berulang-ulang, setiap pemilu kan website KPU mengaku selalu diretas oleh hacker, itu artinya lembaga-lembaga yang kredibel harus memiliki tingkat pertahanan yang kuat dalam persoalan website," ujar Muzani di Jakarta, Minggu (1/7/2018).
Muzani menyebutkan, peretasan situs KPU adalah persoalan klasik. Karenanya, Wakil Ketua MPR RI ini meminta KPU agar segera memperbaiki sistem keamanan data dan meningkatkan kewaspadaan agar hal serupa tidak terulang kembali.
"Karena gangguan terhadap ini sudah berulang 2,5 tahun lalu, dan sebelumnya juga udah, mestinya KPU belajar dari proses yang ini, supaya tidak berulang. Saya berharap ini diantisipasi oleh KPU agar tidak berulang karena tingkat gangguan dan tingkat kemampuan terhadap hackers itu makin canggih," tegasnya.
Selain itu, Muzani juga mendorong KPU selalu melakukan antispasi agar keamanan data suara bisa teratasi. "Karena itu pertahanan kita harus lebih kuat," pungkasnya.
Diketahui, pantauan di situs infopemilu.kpu.go.id yang memuat data hasil penghitungan Pilkada Serentak kerap tak bisa diakses.
Dalam situs tertulis "Untuk meningkatkan kualitas pelayanan informasi Hasil Pemilihan, untuk sementara layanan ini kami tidak aktifkan."
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
