Kemenkes dan Poltekes Sosialisasikan Germas di Bogor

Elvi R

Elvi R

Bogor

2 September 2018 07:32 WIB
Nasional | Rilis ID
Tanaman obat. FOTO: Humas Balitbangtan
Rilis ID
Tanaman obat. FOTO: Humas Balitbangtan

RILISID, Bogor — Kementerian Kesehatan melalui Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Jakarta II bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jawa Barat telah melakukan sosialisasi gerakan masyarakat sehat (Germas) terhadap petani di daerah setempat.

"Itu bertujuan agar petani di daerah setempat mampu hidup sehat dan sejahtera. Ini adalah program yang dianggap mampu mencegah masyarakat terserang penyakit dan menjaga kesehatan," kata Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta II, Joko Sulistiyo di Cibinong, Sabtu (1/9/2018).

Menurut dia salah satu sasaran utamanya adalah para petani karena bila petani sehat maka hasil pertanian tidak akan maksimal di Kabupaten Bogor.

Ini memang perlu dilakukan terhadap masyarakat petani karenanya sektor pertanian merupakan hal yang paling penting dan memiliki fungsi utama pada ketahanan pangan.

Selain itu kehidupan petani memang rentan terhadap penyakit, di antaranya akibat banyaknya pupuk memiliki kandungan atau unsur kimia. Oleh sebab itu maka melalui sosialisasi ini bertujuan merubah pola hidup petani menjadi lebih baik dan berharap untuk membiasakan hidup sehat dengan makan buah dan sayur, olahraga, tidak merokok dan cukup istirahat.

"Pasalnya kehidupan petani memang cukup rentan dengan waktu, dan terlihat kurang sehat. Tetapi hal tersebut masih bisa dilakukan berbagai antisipasi," katanya.

Ia menambahkan pada program germas memiliki tujuan utama yang dimana merubah pola hidup masyarakat agar mampu untuk menjadi sehat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ichsan Firdaus minta agar seluruh elemen masyarakat dapat melakukan pemantauan terhdap kegiatan germas.

Itu di mana secara luasan daerah pada Kabupaten Bogor memiliki cakupan wilayah pedesaan cukup besar daripada kota maupun kabupaten lainnya.

"saya mengingatkan kepada masyarakat titip ibu-ibu yang sedang hamil agar mendapatkan pasokan gizi yang cukup untuk anaknyKemenkes, Dinkes Bogor, Kab Bogor, Germas, Petani Sehat," katanya.

Namun pada hal ini masalah gizi buruk pada daerah setempat juga menjadi sorotan utama dimana Kabupaten Bogor memiliki hamparan lahan pertanian yang luas.

Seharusnya secara kerja nyata tidak lagi ada masyarakat yang mengeluhkan gizi buruk. Dan tentunya dengan adanya berbagai masalah tersrbut harus ada solusinya.

"saya minta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyediakan hotline untuk masyarakat melaporkan kasus gizi buruk dan kasus kesehatan lainnya sehingga cepat di atasi dilapangan," katanya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya