Jaga Keharmonisan, Gubernur Lampung Tempatkan Semua Agama di Kotabaru

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

29 Februari 2020 20:55 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. FOTO: ISTIMEWA
Rilis ID
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. FOTO: ISTIMEWA

RILISID, Bandarlampung — Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghadiri acara Pujawali Pura Khayangan Jagat Kerthi Bhuwana dan Hari Raya Kuningan di Pura Khayangan Jagat Kerthi Bhuwana, Way Lunik, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, Sabtu (29/2/2020).

Pada kesempatan itu, Arinal berharap umat Hindu makin memperkokoh toleransi dengan umat beragama lainnya.

Orang nomor satu di Lampung ini juga berencana menempatkan semua agama di Kotabaru, Jatiagung, Lampung Selatan. Hal ini untuk menjaga keharmonisan umat beragama.

"Saya akan membicarakan Kotabaru di 2021, tapi yakinlah semua agama akan saya tempatkan dalam satu keutuhan, itulah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Agama boleh berbeda, tapi kita Indonesia," ucapnya.

Sementara Ketua PHDI Lampung I Ketut Pasek menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang telah berkenan hadir dalam acara Hari Raya Galungan dan Kuningan.

"Semoga Pak Gubernur terus diberikan kesehatan dan kebahagiaan dalam menjalankan setiap tugasnya. Dan kepada seluruh umat Hindu, saya ucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan," ujar I Ketut Pasek.

Filosofi hari raya Galungan dan kuningan, jelas I Ketut, adalah bagaimana kita mengalahkan Padarma dalam diri umat manusia.

"Dalam tradisi Hindu, setiap diri manusia ada 6 (enam) musuh yaitu nafsu, kerakusan, kemarahan, kebingungan, mabuk, dan sifat iri dengki. Dan diharapkan umat hindu di Provinsi Lampung agar mampu mengendalikan 6 hal tersebut," jelasnya.

"Saya juga berpesan agar seluruh umat Hindu dapat meningkatkan kepekaan sosial terhadap lingkungan seperti rukun tetangga, rukun antar agama, dan rukun terhadap pemerintah. Sehingga di manapun umat Hindu berada, kehidupan dapat hidup dengan damai dan sejahtera," tambahnya.

Lebih dari itu, I Ketut menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu mengenal istilah Catur Guru atau empat guru yaitu Guru Swadyaya (Tuhan yang maha kuasa), Guru Rupaka (orangtua), Guru Pengajian (guru di sekolah), dan Guru Wisesa (Pemerintah). Empat guru itulah yang patut disembah, dihargai dan dihormati sesuai ajaran.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Segan Simanjuntak
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya