Itera Beber Alasan Observatorium Dibangun di Lampung

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

25 Juni 2018 14:53 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Konferesi pers di ruang utama kantor gubernur membahas obervatorium, Senin (25/6/2018).
Rilis ID
Konferesi pers di ruang utama kantor gubernur membahas obervatorium, Senin (25/6/2018).

RILISID, Bandarlampung — Kepala Observatorium Astronomi dan Planetarium Itera Lampung, Hakim L. Malasan menjelaskan alasan dibangunnya observatorium di Lampung.

”Hasil survei pemantauan kita waktu lalu, potensi pegunungan di Tahura Wan Abdul Rachman, Pesawaran, sangat layak. Di sana ada beberapa titik derajat potensi cahaya saat pemantauan siang dan malam,” paparnya.

Potensi sumber daya listrik juga bagus untuk dibangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) karena banyak air terjun. Sehingga pasokan listrik di Lampung lebih terjamin.

Menurut Hakim, observatorium nantinya digunakan untuk memantau gerhana, hilal, dan benda-benda langit lainnya. Pemantauan hilal di Pulau Sumatera bahkan akan dipusatkan  di sana.

"Jadi Obsevaturium di Lampung sangat bermanfaat,” ungkap dia saat konferesi pers di ruang utama kantor gubernur, Senin (25/6/2018).

Rektor  Itera, Ofyar Z. Tamin, menambahkan obsevatorium Lampung adalah kebanggaan masyarakat Lampung, bahkan Indonesia. Karena di Indonesia hanya ada dua observatorium, yaitu di Lembang, Bandung, Jawa Barat dan Tahura Wan Abdul Rachman, Pesawaran.

Ofyar mengatakan Itera akan menyediakan 20 teleskop di sana dalam melestarikan potensi cahaya untuk menikmati langit malam. Termasuk membangun sarana pendidikan.

Observatorium nantinya ada lima unit gedung untuk fasilitas sarana dan prasarana. Rencananya dibangun Pemprov Lampung melalui Dinas Pemukiman, Perumahan Rakyat, dan Sumber Daya Air.

Dit empat yang sama, Kepala Dinas Pemukiman, Perumahan Rakyat, dan Sumber Daya Air, Edarwan, menyatakan dana untuk pembangunan gedung mencapai Rp20 miliar. Namun terlebih dulu akses masuk diperbaiki.  ”Bagaimana membangun gedung sebelum akses jalan diperbaiki? Bagaimana material bisa masuk kalau jalan belum dibangun untuk dilalui," singkatnya. (*)

 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya