Ini Cerita OSO dan Karate

Default Avatar

Anonymous

Palembang

29 Juli 2018 08:00 WIB
Nasional | Rilis ID
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma
Rilis ID
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

Waktu itu, dagangannya banyak dihutang oleh para kuli angkut di pelabuhan yang enggan ditagih, sementara hutang telah menumpuk.

OSO bahkan sering ditempeleng (dipukul, red) kala ia hendak menagih hutang dari kuli angkut pelabuhan tersebut.

Oleh karena itu, sejak dia berusia 15 tahun dan bertekad menguasai ilmu bela diri. 

KKI menjadi pilihannya dan menjadi awal kehidupan barunya dengan tidak lagi berdagang tetapi naik kelas menjadi kuli angkut pelabuhan.

Pada usia 16 tahun telah menjadi kuli dan menekuni karareka. 

Saat itu Oesman Sapta bangga dan terharu karena untuk pertama kalinya bisa membelikan kain bagi ibunya.

Mengenai relevansinya dengan Empat Pilar, Oesman Sapta mengakui karateka awalnya dari Jepang. 

Namun, tak perlu ke Jepang untuk menjadi karateka.

Di KKI, penanaman dan pemahaman Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI demikian kuat sejak awal seseorang bergabung dengan KKI. 

"KKI menanamkan ideologi Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI serta mengibarkan Merah Putih," kata Ketua Umum KKI ini.

Menampilkan halaman 2 dari 3

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya