Idrus Marham Masih Tak Percaya Titiek Soeharto Pindah Partai
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham tidak percaya bahwa Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto hengkang dari partai berlambang pohon beringin itu.
"Saya enggak percaya itu, mungkin Mbak Titiek main-main kali, guyon kali ya," kata Idrus Marham, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (12/6/2018).
Bagi Idrus, keluarga Soeharto, termasuk Titiek Soeharto, adalah para pendiri dan perintis Partai Golkar sejak zaman Orde Baru itu.
"Jadi kalau misalkan mesti pindah, saya khawatir mengkhianati ya, mengkhianati orang tua yang merintis ini dan lain-lainnya," kata Idrus.
Karena itu, Idrus mengaku masih tidak mempercayai bila Titiek Soeharto pindah ke partai lain.
"Jadi saya tidak percaya Mbak Titiek pindah. Saya tidak percaya, mungkin main-main, guyon. Karena setahu saya selama ini Mbak Titiek adalah salah seorang putri almarhum Bapak Pembangunan. Pak Harto itu betul-betul tercermin pada diri Mbak Titiek. Jadi saya enggak percaya Mbak Titiek mundur," ujarnya lagi.
Putri sulung mantan Presiden Soeharto, Titiek Soeharto memutuskan keluar dari Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto). Keputusan tersebut diumumkan di Kemusuk, Yogyakarta, Senin (11/6).
Alasan putri Presiden kedua RI Soeharto itu memutuskan mundur dari partai yang membesarkannya, karena keprihatinan atas kondisi bangsa dan negara. Dalam hal ini, Golkar yang bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi-JK mestinya mengambil peran kritis atas sejumlah kebijakan Jokowi-JK.
Di antara masalah yang disinggung Titiek adalah banjir tenaga kerja asing, narkoba, hingga impor beras dan bawang.
"Alam dan tanah yang seolah-olah kita tidak bisa manfaatkan dengan baik. Apa-apa masih impor, beras impor, gula impor, bawang impor, garam impor, padahal kita dikelilingi laut," ujarnya pula.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
