Herman HN Sebut Demo Warga Waydadi ‘Ditunggangi’
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Wali Kota Bandarlampung Herman HN menganggap demo warga menolak sertifikat Lapangan Waydadi, Sukarame, lantaran ada oknum tertentu yang menungganginya.
Baca Juga: Warga Tolak Rencana Pemkot Kelola Lapangan Waydadi
Menurut Herman, ada pihak yang sengaja membuat situasi memanas. Masyarakat dikompori oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
“Inikan tanahnya milik Pemerintah Kota Bandarlampung. Kita akan gunakan untuk kepentingan umum, jadi jangan ragu dan jangan bimbang, nanti keburu diambil pengusaha dan ini itu," kata Herman saat ditemui di kantor Pemkot Bandarlampung, Rabu (5/9/2018).
Dirinya menjelaskan, setelah disertifikat lapangan tersebut akan diperbaiki oleh pemkot untuk fasilitas olahraga.
"Itu akan kita buat lapangan bola kaki, jogging track, itu fasum juga buat masyarakat," terangnya.
Disinggung mengenai tuntutan warga yang meminta agar lapangan tersebut disertifikat atas nama warga? Herman menolaknya.
"Nggak ada ceritanya sertifikat atas nama rakyat, nanti siapa yang menyimpannya? Yang ada malah dijual. Ini mungkin ada yang benci dengan pribadi saya, saya minta jangan dikomporin," tegasnya.
Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Trisno Andreas, mengatakan pihaknya memang akan membuat sertifikat atas dua lahan fasum.
"Ada dua aset yang akan kita sertifikat, yaitu Lapangan Wayhalim dan Lapangan Waydadi, Sukarame," terangnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
