Hanta Yudha: Kekuatan PKS dan Gerindra di Jabar Tak Pengaruhi Asyik Menang Pilkada
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, menilai basis kekuatan partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kuat dan solid di Jawa Barat namun tak akan banyak mempengaruhi tingkat pemilih pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sudrajat dan Ahmad Saikhu.
Hanta mengungkapkan, hal itu dikarenakan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, menurutnya kemenangan ditentukan oleh faktor figur.
Hanta menjelaskan, meskipun mesin politiknya terbilang kuat namun apabila tidak didukung figur yang pas maka tetap tidak akan mengantongi banyak dukungan dari masyarakat.
"Terutama PKS dan Aher (Ahmad Heriyawan) itu karena punya mesin politik yang kuat. Tapi mesin politik yang kuat harus dikombinasikan figur yang kuat. Kita mengakui PKS punya mesin yang tepat di Jabar tapi disaat yang sama figurnya nggak begitu kuat menjual," katanya, Jakarta, Senin (25/6/2018).
Ia pun menyandingkan dengan sosok calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 4 Dedy Mizwar dan Dedi Mulyadi. Ia melihat meskipun mesin politik pasangan Sudrajat-Saikhu bagus namun elektabilitasnya tidak pernah melampaui pasangan Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi.
"Kalau Dedi Mizwar berpasangan dengan Saikhu mungkin ada figur yang kuat dan mesin politik yang kuat. Nah pasangan politik nomor tiga figurnya nggak begitu kuat, ektabilitasnya survei mereka tidak begitu kuat tapi punya mesin politik yang kuat tapi naik tapi tidak kuat melampaui Ridwan Kamil dan Dedi Mizwar. Itu yang mungkin mesin politik nggak kuat untuk dukung figur," paparnya.
Selain itu, tak hanya faktor figur dan mesin politik, faktot lain ialah adanya tren pemilih. Menurut Hanta, Tren pemilih juga perlu diperhatikan dengan seksama.
Sebelumnya diketahui pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-UU Rizhanul Ulum lebih tinggi mendapat suara dibanding dua pasangan calon lainnya. Hal ini tampak dari survei yang dilakukan Poltracking Indonesia.
Dari survei yang dilakukan pada periode 18-22 Juni 2018 dengan menggunakan 1200 responden, pasangan Ridwan Kamil dan Uu lebih unggul sekitar 42 persen.
"Dalam konteks Jawa Barat, survei ini menunjukan bahwa simulasi kertas suara elektabilitas Ridwan Kamil-Uu lebih unggul dibanding Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Sudrajat-Ahmad Saikhu dan TB Hasanudin-Anton Charliyan," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu (23/6/2018).
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
