HAN 2018, Fahira: Lindungi Anak dari Pangan Berbahaya

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

23 Juli 2018 23:59 WIB
Nasional | Rilis ID
Ilustrasi jajanan anak. FOTO: deladeni.com.
Rilis ID
Ilustrasi jajanan anak. FOTO: deladeni.com.

RILISID, Jakarta — Masih terjadinya peredaran dan konsumsi pangan yang berbahaya bagi anak menjadi tantangan peningkatan derajat kesehatan manusia Indonesia. Hal ini diungkapkan Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris, di Kompleks Parlemen Jakarta.

Jika anak-anak Indonesia tidak dilindungi dari makanan/minuman, terutama pangan olahan termasuk jajanan yang mengandung zat berbahaya, kata dia, derajat kesehatan dan kualitas bangsa di masa depan akan semakin turun.

"Dari berbagai persoalan dan tantangan utama yang dihadapi anak-anak Indonesia mulai dari kekerasan, perundungan, pendidikan anak, hingga stunting, pangan berbahaya yang mengintai anak-anak juga menjadi salah satu persoalan serius," kata dia, Senin (23/7/2018).

Kerena, ujarnya, kualitas pangan anak yang tidak baik akan menganggu tumbuh kembang anak baik fisik, kemajuan psikologis, serta pengenalan daya nalar.

"Tentunya ini berbahaya bagi masa depan negeri ini. Kita harus lindungi anak-anak kita dari pangan yang mengandung zat-zat berbahaya," ujar Fahira.

Ia mengungkapkan, saat ini begitu banyak produk makanan, baik produksi pabrikan maupun jajanan anak sekolah yang menjadikan anak-anak sebagai target pasar, tetapi mengabaikan efek samping kesehatan jika dikonsumsi anak.

"Apalagi dalam jumlah banyak dan waktu yang panjang. Bahaya semakin mengintai anak, saat orang tua juga tidak mempunyai pengetahuan cukup dan kasadaran tinggi untuk memilih dan menyaring makanan apa saja yang boleh dikonsumsi anak," tambah dia.

Misalnya saja, lanjut Fahira, produk makanan yang mengandung pengawet kimiawi yang menurut berbagai penelitian jika sering dikonsumsi akan memengaruhi sistem saraf, serta fungsi ginjal dan hati pada anak-anak.

Untuk itu, sambung Fahira, para pengambil kebijakan di bidang kesehatan di negeri ini harus lebih intensif mengedukasi orang tua agar melindungi anak-anak mereka dari makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya.

Selain itu, yang tidak kalah penting, Pemerintah harus menegaskan kepada semua produsen makanan yang menjadikan anak-anak sebagai terget pasarnya untuk berlaku jujur dan memberi peringatan kandungan zat dalam makanannya yang diproduksinya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya