Gempa dan Tsunami Palu Dapat Perhatian dari Presiden Korsel
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Kejadian bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (29/9/2018) mendapat sorotan dunia. Salah satunya datang dari Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.
Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden RI Joko Widodo dan diunggah dalam laman Facebook Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia serta akun Twitternya @moonriver365 pada Minggu (30/9), Presiden Moon mengucapkan belasungkawa atas banyaknya korban jiwa akibat kejadian tersebut.
"Ucapan rasa duka mendalam juga saya sampaikan kepada keluarga korban yang sangat sedih karena kehilangan orang-orang tercinta," demikian pernyataan Presiden Moon.
Presiden Moon berharap kegiatan pencarian dan penyelamatan korban dapat terlaksana dengan lancar. Ia berdoa agar masyarakat Sulawesi Tengah yang terdampak bencana, diberi ketabahan untuk bangkit dari kesedihan.
"Semoga situasi di Indonesia cepat pulih di bawah kepemimpinan bapak Presiden Joko Widodo," tulis Moon di akhir surat yang dilengkapi tagar #PrayforPalu.
Sementara itu, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom juga telah melaporkan hilangnya seorang warga Korea Selatan di Palu pasca gempa bumi dan tsunami mengguncang Palu. Menurut Kim Chang, warga Korea yang berada di Palu untuk mengikuti acara paralayang itu menginap di Hotel Roa Roa, yang runtuh akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 7,4 SR.
Kedubes Korea Selatan pun telah bekerja keras dengan pihak berwenang Indonesia dalam mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan baik di dalam dan di sekitar hotel. Pihak kedutaan juga telah mengirim seorang konsul dan atase pertahanan ke Makassar, Minggu pagi.
"Kami berharap melalui kerja sama dengan TNI, konsul yang akan terbang ke Palu bisa melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menemukan dan menyelamatkan warga kami," tutur Dubes Kim.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
