Di Telegram, Prabowo Ajak Publik Galang Dana untuk Demokrasi

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

25 Juni 2018 14:38 WIB
Nasional | Rilis ID
Ketum Gerindra Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ketum Gerindra Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, telah resmi me-launching aplikasi penggalangan dana di Telegram. Donasi ini terbuka untuk siapa pun yang ingin berpartisipasi menyelematkan demokrasi.

"Penggalangan dana tersebut sudah sesuai dengan pasal 325 ayat 2 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu," kata Ketum Satuan Relawan Indonesia Raya pada Senin (25/6/2018).

Dalam ketentuan tersebut, kata dia, dana kampanye dapat diperoleh dari pasangan calon yang bersangkutan, partai politik, koalisi yang mengusulkan pasangan calo, dan sumbangan sah menurut hukum dari pihak lain.

Gerakan penggalangan dana secara terbuka perlu didukung sebagai tradisi baru dalam menggalang dana politik. Menurutnya, di situ ada keterbukaan, ada kejujuran dan siapa pun bisa mengaksesnya.

Tidak seperti selama ini, penggalangan dana politik yang dinilai terkesan sembunyi-sembunyi atas dasar transaksional. Aktor politik tersandera para donatur. Sehingga, mereka lah yang berkuasa, sementara elite hanya jadi boneka.

"Maka setelah berkuasa, para donatur lah yang memegang kendali pemerintahan. Sumber daya negara diarahkan untuk kemakmuran para donatur. Sementara, rakyat hanya menerima ampas pembangunan," ujarnya.

Praktik kotor tersebut, kata dia, sudah menjadi rahasia umum. Aktor politik berkolaborasi dengan pengusaha kelas kakap mengutak-atik masa depan bangsa. Indonesia sepenuhnya berada dalam genggaman oligarkis.

"Untuk itulah Pak Prabowo tampil membawa solusi penggalangan dana secara terbuka agar negeri ini tidak terus-menerus terkekang dalam genggaman kelompok oligarkis," katanya.

"Gerakan Pak Prabowo bukan pencitraan untuk meraih simpati rakyat. Pak Prabowo tidak biasa dengan politik pencitraan. Beliau selalu tampil apa adanya," tambah dia.

Penggalan dana politik secara terbuka sudah lazim dilaksanakan di negara-negara maju. Karena logikanya, gerakan politik tidak mungkin didanai pakai kantong sendiri. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya