Dawam Rahardjo Wafat, Jimly: Indonesia Kehilangan Tokoh Intelektual Handal
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshidiqie, mengatakan Indonesia kehilangan salah satu tokoh intelektual handal seiring wafatnya cendikiawan muslim Dawam Rahardjo, Rabu (30/5) malam.
"Kita kehilangan satu lagi tokoh panutan di dunia intelektual dan aktivis yang handal untuk kemajuan bangsa," kata Jimly dalam pesan singkat di Jakarta, Kamis (31/5/2018).
Menurutnya, Dawam merupakan sosok intelektual, aktivis serta pemikir sosial dan ekonomi politik yang selalu "up to date" atau mengikuti perkembangan terbaru. Mantan Ketua MK itu mengajak seluruh pihak mendoakan kepergian Dawam.
Dawam Rahardjo wafat Rabu (30/5) di RS Islam Jakarta pada usia ke-76 tahun. Pria kelahiran Solo, 20 April 1942 itu ikut memberikan sumbangsih dalam ide pendirian organisasi ICMI, hingga menjadi anggota Dewan Kehormatan ICMI periode 2015-2020.
Semasa hidupnya Dawam banyak menulis buku antara lain berjudul Esai-esai ekonomi politik (1983), Deklarasi Mekah: Esai-esai ekonomi Islam (1987), Etika bisnis dan manajemen (1990), Habibienomics: Telaah pembangunan ekonomi (1995), Paradigma Alquran: Metodologi dan kritik sosial (2005), serta Nalar Politik Ekonomi Indonesia
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
