DPR Kritisi BNPT karena Kaitkan Bela Palestina dengan Terorisme

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

31 Mei 2018 16:27 WIB
Nasional | Rilis ID
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta sejumlah tokoh umat Islam menghadiri Aksi Pembebasan Baitul Maqdis, di Monas, Jakarta, 11 May 2018. FOTO: RILIS.ID/Syahrain F.
Rilis ID
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta sejumlah tokoh umat Islam menghadiri Aksi Pembebasan Baitul Maqdis, di Monas, Jakarta, 11 May 2018. FOTO: RILIS.ID/Syahrain F.

RILISID, Jakarta — Anggota Komisi I Sukamta mengkritisi pernyataan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli yang menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris.

“Seolah-olah komponen bangsa yang membela Palestina nanti diasosiasikan dengan teroris. Ini statement yang berbahaya dan mesti diluruskan,” ujar Sukamta dalam rapat kerja dengan Kementerian Luar Negeri di DPR, Kamis (31/5/2018).

Sukamta menjelaskan, perjuangan membela Palestina adalah amanah konstitusi Indonesia. Bahkan Presiden Jokowi beserta jajaran pemerintahannya dengan tegas menyatakan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina. 

“Jangan sampai ini menjadi statement yang justru mendegradasi komponen bangsa yang berusaha membantu semua kerja pemerintah,” jelas Sukamta seperi dilansir INA, kantor berita yang diinisiasi JITU.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris.

“Penyebab teroris adalah ideologi, paham yang salah, solidaritas komunal karena melihat saudaranya dizalimi seperti Palestina, Rohingya, Maluku Ambon,” ujar Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli. dalam diskusi Pemberitaan dan Penyiaran Tentang Terorisme di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (30/05) kemarin.

Menurut Hamli, penyebab lainnya adalah sikap perlawanan keluarga yang menjadi korban. Juga, aksi balas dendam akibat kekejaman yang dialami oleh suatu kelompok, seperti pembantaian yang dialami etnis Rohingya.

“Apakah kita akan menyiarkan besar-besaran konflik di sana? Karena motivasi balas dendam sering muncul,” kata dia.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya