Butuh Dana Besar Tanggulangi COVID-19, Ketua DPR Dukung Realokasi APBN 2020

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

23 Maret 2020 19:00 WIB
Nasional | Rilis ID
Ketua DPR Puan Maharani. FOTO: Istimewa
Rilis ID
Ketua DPR Puan Maharani. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPR RI, Puan Maharani mendukung langkah pemerintah me-realokasikan anggaran negara untuk kepentingan penanggulangan pandemi COVID-19, sesuai kewenangan pemerintah yang tertuang dalam UU APBN 2020.

Pasalnya, percepatan penanggulangan wabah tersebut membutuhkan yang dana besar. Terutama, pengadaan peralatan dan infrastruktur medis baik untuk kepentingan pencegahan maupun pengobatan.

“Anggaran tersebut harus dimanfaatkan untuk pengadaan alat dan fasilitas screening tes corona massal secara gratis. Lalu penambahan alat perlindungan diri bagi tenaga kesehatan, penambahan fasilitas rumah sakit, pengobatan pasien corona gratis, serta upaya-upaya menangkal penyebaran virus corona,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/3/2020). 

Sementara terkait dampak ekonomi akibat wabah COVID-19 ini, DPR meminta pemerintah untuk dapat memprioritaskannya pada penguatan daya beli masyarakat. 

Realokasi anggaran negara, menurut Puan, bisa diarahkan pada program-program penguatan daya beli masyarakat yang terdampak wabah corona. Terutama mereka-mereka yang kehilangan pendapatan akibat kebijakan social distancing. 

"Serta pemberian insentif bagi tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan wabah corona," jelasnya. 

Selain itu, politisi PDIP itu juga meminta pemerintah agar mengantisipasi melonjaknya angka inflasi, terutama akibat melonjaknya harga kebutuhan pokok dan alat medis yang terkait penanganan wabah corona.

Menurut Puan, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Kesehatan, Bulog dan BUMN perlu berkoordinasi untuk meningkatkan kekuatan stok pangan dan alat pelindung diri medis akibat lonjakan permintaan dan pembelian barang tersebut. 

Mantan Menko PMK ini juga mendorong pemerintah bersama Bank Indonesia untuk terus berkoordinasi meredam pelemahan rupiah. Sebab, selain kebijakan moneter yang efektif, langkah-langkah pemerintah yang terukur dan kredibel dalam penanganan wabah COVID-19 akan memperkuat kepercayaan pasar sehingga dapat meredam kejatuhan nilai tukar rupiah yang kini menembus angka Rp16.500.

“DPR lewat komisi-komisi terkait akan mengawasi penggunaan realokasi anggaran tersebut agar pemanfaatnnya sesuai dengan program penanggulangan virus corona, serta program penanggulangan dampak ekonominya,” pungkas Puan. 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya