BPIP: Memori Generasi Muda tentang Pancasila Cenderung Kosong

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

31 Mei 2018 04:29 WIB
Nasional | Rilis ID
Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono. FOTO: Istimewa.
Rilis ID
Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono. FOTO: Istimewa.

RILISID, Jakarta — Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono, mengatakan saat ini memori generasi muda Indonesia terkait Pancasila cenderung kosong. 

Penyebabnya, karena sejak 1998 Pancasila tak diajarkan lagi kepada mereka.

"Jadi saat ini pemahaman tentang Pancasila mengalami distorsi," kata Hariyono di kawasan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (30/5/2018). 

Saat ini, ujar Hariyono, BPIP tengah menyusun garis-garis besar pembinaan Pancasila. Problem lain, lanjutnya, adalah ekslusivisme yang membuat pemisahan sebuah golongan dari golongan lainnya. 

“Seharusnya inklusivitas dikembangkan di mana-mana. Sebab, sebuah peradaban hanya muncul di dalam kondisi inklusif. Ada makna dari memberi dan menerima,” ujarnya. 

Dia mengungkapkan, proses pelembagaan saat ini juga mengalami masalah, lantaran masyarakat kesulitan mencari teladan. 

Saat ini, kata dia, BPIP juga tengah mengembangkan pola pendidikan dan pelatihan yang menjadikan Pancasila sebagai sumber kreasi serta prestasi.

"Bahkan, dalam dunia seni budaya, seni rakyat kita, tidak memberikan optimisme pada anak didik Indonesia. Misalnya, di Indonesia, hampir semua film mengisahkan kekalahan. Sehingga, anak berpikir bahwa kita adalah keturunan bangsa kalah,” paparnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya