Arinal Setop Pembangunan Observatorium Bosscha

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

22 Januari 2020 11:21 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (baju putih) saat menghadiri diskusi publik membangun sinergi dalam upaya konservasi sumber daya hutan dan lingkungan di Pascasarjana UBL, Rabu (22/1/2020). FOTO:RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman
Rilis ID
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (baju putih) saat menghadiri diskusi publik membangun sinergi dalam upaya konservasi sumber daya hutan dan lingkungan di Pascasarjana UBL, Rabu (22/1/2020). FOTO:RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILISID, Bandarlampung — Pembangunan observatorium teropong bintang di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman (WAR) disetop Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. 

Ia menilai lokasi pembangunan tersebut berada di lahan konservasi, sehingga tidak diperkenankan untuk dibangun. 

"Teropong bintang gak dilanjutkan, kita tutup karena berada di lahan konservasi, itu haram itu. Jadi  tidak dilanjutkan," tegas Arinal Djunaidi disela-sela menghadiri diskusi publik "membangun sinergi dalam upaya konservasi sumber daya hutan dan lingkungan" di Pascasarjana UBL, Rabu (22/1/2020). 

Diketahui, peletakan batu pertama pembangunan observatorium teropong bintang, Tahura Wan Abdurachman itu dilaksanakan di era Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo. Rencananya teropong bintang itu menjadi yang terbaik di Asia. 

Pusat Observatorium Astronomical Teropong Bintang di Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdul Rachman, Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung. 

Menurut Ridho, gagasan teropong bintang ini lahir lantaran cuma ada satu-satunya teropong bintang sejak dulu hingga saat ini, yakni Bosscha di Lembang, Kota Bandung.

Teropong itu dibangun sejak zaman Belanda. Hingga sekarang tidak ada lagi yang membangun teropong bintang. Padahal, selain untuk pengamatan benda-benda langit, jika dielaborasi dengan tempat wisata maka jelas menjadi destinasi wisata yang menarik.  

“Nah, jika ini nanti dibangun maka menjadi destinasi wisata sekaligus ikon Lampung,” ujar Ridho.  

Bahkan lanjut Ridho, dirinya menginginkan agar teropong ini lebih baik dari Bosscha. Sebab, menurutnya akan percuma jika teropong ini tak punya keunggulan dibanding pendahulunya.

“Harus lebih baik dari Bosscha. Untuk itu, saya harus bersabar karena untuk membawa teropong itu secara lengkap, harus didukung infrastruktur jalan yang memadai. Nah, untuk tahun ini kita tuntaskan dulu soal jalannya, baru tahun depan kita mulai bangun teropong itu,” kata Ridho. (*) 

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya