Aparat Teritorial Jadi Ujung Tombak Pencegahan Radikalisme

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

1 Juni 2018 12:05 WIB
Nasional | Rilis ID
FOTO: Istimewa
Rilis ID
FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) turut berperan dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Menurut Wakil Komandan Pusterad, Brigjen Joko Warsito, aparat teritorial menjadi ujung tombak dalam pencegahan paham-paham radikal tersebut.

"Pencegahan paham radikal juga telah dilakukan oleh aparat komando kewilayahan melalui pembekalan wawasan kebangsaan di sekolah-sekolah, pesantren-pesantren maupun di lembaga pendidikan lainnya," kata Joko, di Jakarta, Kamis (31/5) malam.

Joko mengatakan, para prajurit TNI yang ada di komondo kewilayahan selalu berupaya untuk mencegah penyebaran paham yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut. Para prajurit itu, ujarnya, juga selalu melibatkan masyarakat untuk bersama-sama mencegah paham radikalisme tersebut.

"Selama ini kita sudah melakukan tindakan-tindakan pencegahan, pencegahan bersama elemen masyarakat dan seluruh komponen bangsa, bagaimana agar paham-paham radikal yang bisa menyesatkan tidak merusak generasi muda," ujarnya.

Terkait dengan Undang Undang Terorisme yang baru saja disetujui oleh DPR dihadapkan dengan satuan kewilayahan, Joko mengaku, akan ada aturan-aturan yang lebih detail dan lebih bersifat operasional nantinya.

"Masalah Undang Undang Teroris ini ya, belum ada arahan khusus," tuturnya.

Sementara, Komandan Pusterad Mayjen Hartomo dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Wadan Pusterad Brigjen Joko Warsito mengatakan, tujuan dilaksanakan acara silaturahmi dengan insan media adalah untuk merekatkan hubungan aparat teritorial Angkatan Darat dengan insan media, sehingga sinergi tugas-tugas aparat teritorial dapat terinformasikan dengan baik kepada masyarakat.

Hartomo dalam sambutannya menyatakan, bangsa Indonesia saat ini sedang diberi cobaan dengan berbagai aksi terorisme yang menelan korban jiwa cukup banyak.

"Saya berharap kepada insan media massa untuk tetap mengedepankan keakuratan berita yang berimbang disertai dengan iktikat baik dalam pemberitaan sesuai dengan kode etik jurnalistik," harapnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya