Antisipasi Bencana Banjir, DPRD Pesawaran Minta Pemkab Jangan Anggap Sepele

Darmansyah Kiki

Darmansyah Kiki

Pesawaran

15 Januari 2020 20:09 WIB
Daerah | Rilis ID
Anggota DPRD Pesawaran Omroni. FOTO:RILISLAMPUNG.ID/Darmansyah Kiki
Rilis ID
Anggota DPRD Pesawaran Omroni. FOTO:RILISLAMPUNG.ID/Darmansyah Kiki

RILISID, Pesawaran — Antisipasi bencana banjir dan tanah longsor di sungai Way Ratai. Anggota DPRD Pesawaran Omroni meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran segera mengambil langkah serius.

Karena menurutnya, aliran sungai Way Ratai yang meliputi Kecamatan Hanura dan  Kecamatan Way Ratai, jika datang musim penghujan membuat masyarakat merasa was-was.

Pasalnya, beberapa tahun ini jika datang musing penghujan maka sungai Way Ratai akan meluap dan merendam beberapa desa di wilayah tersebut. Bahkan pada 2019 lalu, terjadi banjir bandang yang menelan korban jiwa.

"Nah, hal itu saya perlu sampaikan. Lantaran masyarakat di tiga kecamatan yang merupakan daerah pemilihan (dapil) 3 itu apabila musim hujan akan terjadi banjir. Terutama daerah sepanjang aliran Sungai Way Ratai, Kecamatan Way Ratai sampai ke Kecamatan Padang Cermin," ujar pria yang berasal dari kecamatan Padang Cermin, Selasa (14/1/2020).

Lebih lanjut pria yang mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Pesawaran dari Dapil 3 meliputi Kecamatan Padang Cermin,Teluk Pandan,Way Ratai tersebut menerangkan, penanganan  bencana banjir sebenarnya sudah sejak lama diajukan pada saat digelarnya musrenbang kecamatan.

“Masyarakat meminta normalisasi dan perbaikan tanggul yang sudah jebol,” katanya.

Ditambahkannya, pada awal bulan Maret 2019 itu dilaksanakan musrenbang tingkat kecamatan dan kebetulan saat itu yang hadir Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona.

“Itu sudah saya sampaikan di depan forum. Segera lakukan tindakan dari sekarang. Titik pertama yang harus segera disentuh adalah di Desa Padang Cermin, dusun Tanjung Mas, Rawa Subur dan Rawa Tunggal karena di tiga titik itu lebih dulu banjir dari pada yang lain," katanya.

Anggaran untuk normalisasi sungai di tahun 2020, lanjut politisi PAN ini mencapai Rp5 miliar. Oleh karena itu dia ingin pemerintah dapat memprioritaskan terkait penanggulangan bencana.

“Saat ini cuaca sudah memasuki musim penghujan, apalagi kita sudah melewati kemarau  panjang. Jadi tunggu apalagi, kalau sudah mulai masuk musim penghujan seperti ini semua bencana sudah menunggu semua. Jadi percuma kita sudah bangun jalan, bangun jembatan namun akhirnya tersapu banjir," tuturnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya