60 Persen Kelurahan di Bandar Lampung Kategori Endemis DBD

Sulaiman

Sulaiman

bandar lampung

13 November 2025 16:42 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Pamflet sosialisasi waspada DBD Kota Bandar Lampung.
Rilis ID
Pamflet sosialisasi waspada DBD Kota Bandar Lampung.

RILISID, bandar lampung — Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berdasarkan data Dinkes, sekitar 60 persen atau 78 dari 126 kelurahan di Bandarlampung masih masuk kategori endemis.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, menjelaskan bahwa DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Ia mengimbau masyarakat berperan aktif memutus rantai perkembangbiakan nyamuk melalui gerakan 3M Plus.

“Yang paling efektif itu memutus siklus hidup nyamuk. Caranya dengan 3M — menguras, menutup, dan menimbun wadah penampung air — ditambah partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Muhtadi, Kamis (13/11/2025).

Ia menjelaskan, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di air jernih yang tidak bersentuhan dengan tanah, seperti ember, kaleng bekas, pot bunga, hingga wadah penampung air hujan. Ketika terisi air, nyamuk akan bertelur, menetas menjadi jentik, lalu berkembang menjadi nyamuk dewasa yang membawa virus dengue.

Muhtadi menegaskan bahwa fogging massal bukan solusi utama mencegah DBD. Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik tetap hidup.

“Fogging massal tidak selalu efektif. Karena itu kami lakukan fogging fokus, hanya di lokasi yang sudah terkonfirmasi ada kasus positif DBD berdasarkan hasil laboratorium dan penyelidikan epidemiologi,” jelasnya.

Selain fogging, Dinkes juga melakukan pemberian abate di sejumlah wilayah. Abate berfungsi mencegah nyamuk bertelur dan berkembang biak. Namun, menurut Muhtadi, pencegahan paling efektif tetap kombinasi antara abate dan gerakan 3M.

Dinkes Bandarlampung berharap masyarakat tetap waspada sepanjang musim penghujan. Warga diminta rutin memantau lingkungan rumah, membersihkan serta menutup wadah air, dan menjaga kebersihan sekitar agar tidak menjadi sarang nyamuk.

“Kesadaran masyarakat itu kunci utama. Kalau lingkungan bersih, nyamuk tidak punya tempat untuk berkembang biak,” pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Sulaiman
Tag :

DBD

Bandar Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya