Sah! Syalendra Sinwijaya Terpilih Jadi Ketua Cabor Barongsai Lampung Hingga 2030
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Syalendra Sinwijaya Evan resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Lampung periode 2026–2030.
Syalendra terpilih melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) yang digelar di Kantor FOBI Lampung, Jalan Ikan Tongkol, Teluk Betung, Bandar Lampung, Minggu (8/2/2026).
Usai terpilih, Syalendra menyampaikan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah melakukan konsolidasi internal di Pengprov FOBI bersama seluruh pengurus FOBI di kabupaten/kota se-Lampung.
Konsolidasi tersebut bertujuan menyamakan langkah organisasi, termasuk mendata kepengurusan serta memetakan atlet yang aktif.
“Yang terpenting saat ini adalah melakukan yang terbaik. Untuk kendala saya belum mengetahui secara detail, tetapi sejauh ini komunikasi dengan kabupaten/kota berjalan baik. Kita akan terus memperkuat koordinasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat pengurus guna membahas kondisi terkini cabang olahraga barongsai di Lampung, termasuk strategi pembinaan dan regenerasi atlet.
“Dalam dua sampai tiga hari ke depan kita akan mengadakan pertemuan untuk membahas berbagai hal, termasuk jika ada kendala yang perlu diselesaikan bersama,” katanya.
Terkait target ke depan, Syalendra menegaskan bahwa penentuan target prestasi harus didasarkan pada kondisi riil organisasi dan jumlah atlet yang dimiliki saat ini.
“Untuk target seperti PON, sementara ini saya belum bisa memastikan karena belum mengetahui secara menyeluruh jumlah anggota dan atlet. Namun tentu kita berharap dan akan mengusahakan hasil terbaik,” jelasnya.
Ia juga menyinggung capaian FOBI Lampung pada nomor 4 Wheel yang sebelumnya berhasil menyumbangkan satu medali emas. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi modal awal yang perlu dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan.
FOBI Lampung
Syailendra Sin Wijaya
barongsai Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
