Ketum KONI Lampung Dukung Perbakin Tambah Perolehan Medali di PON 2028
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Perbakin memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di PON berikutnya,” tegasnya.
Taufik juga memastikan KONI Lampung akan terus mengawal seluruh cabang olahraga tanpa tebang pilih.
“KONI tidak punya anak emas. Semua cabor kami dukung sesuai kapasitas dan kemampuan keuangan KONI Provinsi Lampung,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, pelatih utama Perbakin Lampung sekaligus petembak senior, Maryono, memberikan motivasi kepada para atlet muda peserta Shooting Training Camp II.
“Ada tiga hal yang tidak boleh ada dalam diri atlet: rasa takut, ragu-ragu, dan malu,” tegas Maryono.
Menurutnya, rasa takut akan menghilangkan potensi atlet, sedangkan keraguan akan mengganggu fokus—hal yang sangat krusial dalam olahraga menembak.
“Sasaran itu kecil. Maka keputusan harus tegas, tanpa ragu. Dan jangan malu, karena hasil buruk hari ini masih bisa diperbaiki ke depan. Atlet harus tegar,” ujarnya.
Kepada pengurus cabang olahraga, Maryono juga menekankan lima hal penting dalam pembinaan atlet berprestasi, yakni berani mencari bibit atlet berkualitas, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, memiliki pelatih profesional, serta menjalankan program latihan yang terencana dan terukur.
Shooting Training Camp II kali ini diikuti 26 atlet muda dari berbagai pengurus kabupaten dan kota se-Lampung. Mereka dipandu oleh pelatih dan atlet berpengalaman, di antaranya Maryono, Nanda Suhelmi, serta Theo dari Jakarta. (*)
Perbakin Lampung
KONI Lampung
cabor menembak
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
