Sepekan, Gunung Anak Krakatau 47 Kali Erupsi
RICO ANGGARA
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami peningkatan aktivitas sejak sepekan lalu atau 26 November 2023. Sejak saat itu hingga Selasa 5 Desember 2023, sudah terjadi 47 kali erupsi GAK.
Erupsi GAK sepanjang 2023 juga pada Selasa 5 Desember 2023 pukul 09.15 WIB menjadi yang terbanyak diantara gunung api yang aktif saat ini.
Berdasarkan data di magma.esdm.go.id, GAK telah erupsi sebanyak 109 kali selama 2023. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan Gunung Ili Lewotolok yang tercatat mengalami 102 kali erupsi dan gunung Ibu yang tercatat mengalami 59 kali erupsi.
Pada Selasa 5 Desember ini sudah ada 2 kali erupsi yang terjadi di GAK. Erupsi pertama tercatat pada pukul 03:56 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 957 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 59 mm dan durasi 85 detik.
Kemudian erupsi kedua pada pukul 04:38 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 857 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 63 mm dan durasi 41 detik.
Erupsi GAK ini memang mengalami peningkatan. Seperti pada Senin 4 Desember 2023 tercatat GAK mengalami 11 kali erupsi. Sementara pada Minggu 3 Desember 2023 tercatat terjadi 6 kali erupsi di GAK.
Untuk itu, masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif. (*)
Gunung anak Krakatau
GAK
gunung anak Krakatau erupsi
erupsi
gak erupsi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
